Home Pemerintah Kotawaringin Timur Bupati Janji Naikan Insentif dan Tingkatkan Kesejahteraan Guru Ngaji Non-ASN Kotim

Bupati Janji Naikan Insentif dan Tingkatkan Kesejahteraan Guru Ngaji Non-ASN Kotim

  Sugianto   | Selasa , 02 Juli 2024
bb8e7c11ceaa1024dd50426bf819bd5f.jpg
Bupati Kotim Halikinnor saat diwawancara awak media.

KLIK.SAMPIT- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berjanji akan meningkatkan insentif guru ngajarin non-Aparatur Sipil Negara (Non-ASN) dan meningkatkan kesejahteraan mereka. 

"Insya Allah kita akan meningkatkan insentif para guru ngaji yang berstatus non-ASN," ucap Bupati Kotim Halikin belum lama ini.

Halikin mengatakan insentif guru ngaji tersebut diperuntukkan kepada guru ngaji non-ASN seperti guru ngaji yang mengajari di rumah, musala, dan Taman Pendidikan Alqur'an. Menurutnya program pemberian insentif kepada guru ngaji ini sudah berjalan sejak setahun lalu dan akan disalurkan lagi pada tahun ini.

"Ada sebanyak 1.000 orang guru ngaji yang sudah terdaftar dan akan kita beri insentif tahun ini sejumlah Rp1,8 juta per orang," ujarnya.

Dirinya menilai keberadaan guru ngaji saat ini di daerah itu tentunya sangat membantu pihaknya dari sisi pembinaan akhlak dimasyarakat. Maka dari itu, dirinya berupaya untuk mengkaji lebih dalam supaya menaikkan insentif tersebut bisa terlaksana.

"Kami akan mengkaji lebih dalam supaya menaikkan insentif tersebut bisa terlaksana," tuturnya.

Selain menyalurkan bantuan guru ngaji pada tahun ini, Halikin juga membeberkan kedepannya akan meningkatkan nomimal insentif tersebut.

"Kita akan usahakan untuk meningkatkan insentif guru nganji ini hingga menjadi Rp2,5 juta hingga Rp3 juta pertahun," bebernya.

Halikin mengakui insentif yang diberikan ini belum bisa maksimal atau belum memadai untuk memenuhi kesejahteraan para guru ngaji. Namun paling tidak program ini sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi pihaknya kepada tugas mulia guru ngaji.

Dirinya berharap lewat guru ngaji ini dapat membantu dan membangun mental spiritual anak-anak agar kuat dari godaan sehingga bisa terhindar dari hal-hal negatif seperti penyalahgunaan narkotika.

"Apalagi saat ini Kotim merupakan termasuk daerah darurat narkoba. Mungkin dengan itu, harapan kita paling tidak dapat meminimalisir penyalahgunaan narkotika," tandas Halikin. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami