KLIK.SAMPIT – Masyarakat Kotawaringin Timur (Kotim) diimbau untuk mewaspadai potensi serangan buaya yang meningkat seiring dengan masuknya musim kawin, yang berlangsung pada awal tahun ini.
Kepala Pos Sampit Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit Muriansyah, mengatakan musim kawin buaya diperkirakan akan terjadi pada akhir musim kemarau dan awal musim penghujan, yakni sekitar bulan November dan Desember, serta Januari dan Februari.
"Pada bulan November, Desember, dan Januari hingga Februari, buaya akan lebih sering terlihat," katanya, Jumat (3/1).
Muriansyah menjelaskan, pada dasarnya buaya selalu muncul ke permukaan untuk berjemur setiap hari. Namun, saat musim kawin, buaya akan lebih sering muncul.
Selain itu, menurutnya, berdasarkan perilaku dan siklus hidupnya, buaya (Crocodylus porosus) akan lebih aktif pada saat memasuki musim kawin dan bertelur. Buaya yang sedang kawin atau menjaga telurnya cenderung mencari lokasi yang aman dari gangguan individu lainnya, terutama induk buaya yang sedang bersiaga di sarang telurnya.
"Induk buaya ketika menjaga telurnya akan sangat agresif dan sensitif terhadap keberadaan makhluk lain, termasuk manusia," jelas Muriansyah.
Dia menambahkan, beberapa waktu belakangan terjadi konflik antara manusia dan buaya muara. Pada kegiatan pemasangan spanduk di wilayah Desa Cempaka Mulia Timur pada akhir bulan Desember lalu, pihaknya menerima informasi dari warga dan staf desa bahwa buaya di wilayah tersebut telah menyerang ternak dan bahkan menyerang seorang warga bernama Yani.
"Kami mendapati korban serangan buaya. Korban diserang buaya saat sedang memasang tajur ikan di malam hari. Serangan terjadi sekitar tiga bulan lalu dan korban mengalami luka di bagian tangan kanan, yang kini sudah mengering," terang Muriansyah.
Kemunculan buaya juga dilaporkan oleh pihak Polsek Pulau Hanaut, di mana buaya muncul di pemukiman warga di Desa Bemadu.
"Akhir-akhir ini buaya sudah sering muncul, bahkan naik ke darat karena air pasang yang agak tinggi," tambah Muriansyah.
BKSDA mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas yang berpotensi mengundang kemunculan buaya. Kandang hewan ternak yang berada di dekat sungai atau kegiatan membuang bangkai hewan dapat menarik perhatian buaya.
"Masyarakat diharapkan selalu menjaga kewaspadaan ketika beraktivitas di pinggir sungai, terutama pada malam hari," tandas Muriansyah.(KLIK-RED)