KLIK.SAMPIT – Warga Bumi Ayu, RT 26 RW 07, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendapat bantuan 4.000 liter air bersih gratis dari Kodim 1015/Sampit, Selasa (20/10). Bantuan yang disalurkan menggunakan armada pemadam kebakaran tersebut membantu warga yang kesulitan mendapatkan air layak untuk kebutuhan sehari-hari.
Krisis air bersih di kawasan itu terjadi ketika air ledeng yang mengalir ke rumah warga terasa payau, bahkan cenderung asin. Sementara itu, sejumlah sumur bor milik warga dilaporkan telah mengering.
“Kami sangat terbantu. Enggak cuma air ledeng yang asin, air beli di depo isi ulang pun enggak enak. Bikin kopi kok rasanya asin,” ungkap Rahmad, salah seorang warga.
Bantuan air tersebut dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sejak distribusi berlangsung, warga terlihat berdatangan membawa wadah kosong, mulai dari galon hingga jeriken. Sebagian menggunakan gerobak, sementara lainnya mengangkut wadah dengan sepeda motor.
Mereka mengantre secara bergantian untuk mendapatkan air dan membawanya pulang ke rumah masing-masing.
Ketua RT 26 RW 07 Kelurahan Ketapang, Bahrul Maji, mengatakan penyaluran air bersih merupakan salah satu upaya membantu warga yang kini mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Menurutnya, kondisi air ledeng yang payau hingga terasa asin membuat warga kesulitan menggunakannya untuk kebutuhan tertentu. Di sisi lain, sumur bor yang selama ini menjadi sumber air alternatif juga mulai tidak bisa diandalkan karena mengering.
“Ini sebagai upaya membantu masyarakat yang kini mengalami krisis air bersih. Terutama di wilayah ini, air ledeng terasa payau, bahkan cenderung asin. Sementara air sumur bor warga sudah mengering,” ujarnya.
Bahrul berharap bantuan air bersih dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau warga yang membutuhkan. Ia juga berencana mengupayakan penyediaan tandon air di setiap kompleks agar distribusi bisa dilakukan lebih mudah ketika warga mengalami kesulitan air.
“Nanti ini akan kami agendakan, setiap kompleks kalau bisa menyediakan satu tandon yang siap menampung dan selanjutnya dibagikan kepada warga yang membutuhkan,” katanya.
Bagi warga Bumi Ayu, bantuan tersebut menjadi penopang sementara di tengah terbatasnya sumber air bersih. Penyediaan tandon dan distribusi berkala diharapkan dapat membantu warga menghadapi kondisi tersebut jika kesulitan air masih berlanjut. (KLIK-RED)