KLIK. SAMPIT – Hujan lebat mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa (27/10) pagi. Hujan tersebut disambut harapan warga agar kabut asap berkurang dan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat ditekan.
Yanur, warga Cempaga, mengatakan hujan lebat mulai turun di wilayahnya sekitar pukul 07.00 WIB. Ia berharap hujan membantu memperbaiki kondisi udara yang belakangan terganggu kabut asap.
“Semoga asap benar-benar hilang. Mudah-mudahan setelah hujan ini, kami bisa kembali menghirup udara segar,” harap Yanur.
Hujan juga dilaporkan mengguyur wilayah Pundu. Hadi, warga setempat, menyebut hujan lebat mulai turun sekitar pukul 06.00 WIB.
Bagi masyarakat yang terdampak kabut asap, hujan menjadi harapan untuk kembali beraktivitas dengan lebih nyaman. Warga berharap curah hujan dapat membasahi lahan yang mengering dan membantu mengurangi potensi kebakaran.
Meski demikian, hujan di sejumlah wilayah belum menjamin kabut asap langsung hilang dari seluruh Kotim. Kondisi udara masih perlu dipantau, terutama jika kebakaran masih berlangsung atau asap terbawa angin dari kawasan lain.
Sementara itu, berdasarkan pembaruan peringatan dini cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah pada Selasa (27/10) pukul 05.30 WIB, hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi meluas ke sejumlah wilayah, termasuk Kotim.
Wilayah yang masuk dalam daftar potensi perluasan hujan meliputi Kota Besi, Cempaga, Mentaya Hulu, Parenggean, Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Antang Kalang, Teluk Sampit, Seranau, Cempaga Hulu, Telawang, Bukit Santuai, Tualan Hulu, dan Telaga Antang.
Dalam peringatan tersebut, potensi cuaca diperkirakan berlangsung hingga pukul 08.00 WIB. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan hujan lebat, petir, dan angin kencang.
Hujan pagi itu menjadi secercah harapan bagi warga di tengah persoalan kabut asap. Namun, pencegahan karhutla tetap diperlukan agar titik api tidak kembali meluas. Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan kebakaran. (KLIK-RED)