Home DPRD Kotawaringin Timur DPRD Kotim Minta Kampung KB Tak Hanya Fokus pada Kontrasepsi

DPRD Kotim Minta Kampung KB Tak Hanya Fokus pada Kontrasepsi

  Dian Taresa   | Rabu , 28 Oktober 2026
7ca9ea33c0e80e90a5adca08c46b6274.jpg
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur  Dadang Siswanto. (Istimewa)

KLIK. SAMPIT – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang Siswanto, meminta Program Kampung Keluarga Berkualitas tidak hanya berfokus pada pelayanan kontrasepsi. Program tersebut diharapkan turut memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kesejahteraan rumah tangga, dan mendorong pembangunan sumber daya manusia.

Dadang menyampaikan hal itu saat menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas pengelola Kampung Keluarga Berkualitas, Rabu (28/10/2026). Menurutnya, pemahaman masyarakat tentang keluarga berencana perlu diperluas karena program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) memiliki cakupan yang lebih luas.

“Kita sangat berharap bahwa acara pada hari ini tidak hanya selesai secara seremonial, tapi lebih daripada itu. Bagaimana kita untuk bisa mengedukasi masyarakat bahwa Kampung KB ini tidak hanya semata berbicara kontrasepsi, tapi ada cakupan yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan Kampung Keluarga Berkualitas tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan. Program tersebut perlu memberikan manfaat nyata bagi keluarga melalui edukasi dan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Untuk mewujudkannya, Dadang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait perlu menyelaraskan program agar pelayanan dan pembinaan keluarga berjalan terintegrasi.

Menurutnya, setiap instansi harus memahami tugas, tanggung jawab, dan batas kewenangannya. Dengan pembagian peran yang jelas, berbagai program dapat saling melengkapi dan menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga.

“Bagaimana kita untuk bisa mengorkestra yang jalan sendiri-sendiri menjadi sebuah gerakan bersama, ada batas kewenangan yang jelas, ada tegasnya tugas dan tanggung jawab masing-masing, mulai dari unsur pemerintah daerah sampai kepada lapisan paling bawah yaitu keluarga,” ungkapnya.

Dadang berharap Kampung Keluarga Berkualitas dapat menjadi wadah pembinaan yang mendorong keluarga lebih sejahtera dan berkualitas. Karena itu, edukasi kepada masyarakat perlu berjalan beriringan dengan koordinasi antarlembaga.

Ia juga menilai dukungan kebijakan dan anggaran diperlukan agar program dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan dukungan tersebut, Kampung Keluarga Berkualitas diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan keluarga di Kotim. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami