KLIK. SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengupayakan bantuan pembangunan dua rumah warga yang hangus terbakar di Jalan Iskandar 22, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit. Bantuan tersebut direncanakan melalui anggaran tahun 2027 dengan nilai Rp50 juta untuk setiap rumah.
Rencana itu disampaikan Bupati Kotim Halikinnor saat meninjau lokasi kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan kebutuhan pokok kepada keluarga korban, Selasa (27/10).
Jika terealisasi sesuai rencana, total bantuan pembangunan yang disiapkan mencapai Rp100 juta untuk dua rumah. Namun, bantuan tersebut masih berupa upaya yang direncanakan melalui anggaran tahun berikutnya.
Kebakaran terjadi pada Selasa dini hari ketika sebagian warga masih beristirahat. Sedikitnya dua rumah semi permanen terdampak dalam peristiwa tersebut. Lokasi kejadian berada di kawasan permukiman dengan jarak antarrumah yang relatif berdekatan.
Seorang warga setempat, Lidya, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan kebakaran terjadi sekitar waktu subuh dan petugas pemadam kebakaran berdatangan ke lokasi.
“Benar, kebakaran sekitar subuh dini hari tadi. Petugas damkar berdatangan,” ujar Lidya.
Lidya menyebut dua rumah terdampak dalam kebakaran itu. Ia berharap keluarga yang mengalami musibah diberi kekuatan untuk menghadapi keadaan tersebut.
“Dua rumah yang terbakar. Mudahan warga yang terkena musibah diberikan kesabaran,” tambahnya.
Saat berita awal disusun, api dilaporkan telah berhasil dikendalikan. Namun, informasi mengenai penyebab kebakaran, total kerugian material, kondisi bangunan setelah kejadian, serta ada atau tidaknya korban belum diperoleh.
Dalam kunjungannya, Halikinnor juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diimbau memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.
Rencana bantuan pembangunan rumah diharapkan dapat membantu keluarga korban kembali memiliki tempat tinggal yang layak. Realisasi bantuan tersebut akan bergantung pada proses penganggaran untuk tahun 2027.
(KLIK-RED)