KLIK. SAMPIT – Warga Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih membutuhkan pasokan air minum setelah air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang mengalir ke rumah mereka terasa payau selama lebih dari dua pekan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga mengandalkan bantuan air dari sejumlah pihak.
Warga Seranau, Sardi Fakhri Rakhman, mengatakan kondisi air PDAM tersebut membuat masyarakat membutuhkan pasokan air alternatif yang layak dikonsumsi. Sementara itu, kebutuhan air minum terus berjalan setiap hari.
“Air PDAM di wadah kami payau. Kami sangat memerlukan air minum yang layak dikonsumsi karena kondisi ini sudah hampir lebih dari dua pekan,” ujar Sardi, Rabu (28/10).
Menurutnya, sejumlah pengusaha telah menyalurkan bantuan air minum kepada warga. Bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi pasokan tambahan masih diperlukan agar kebutuhan harian dapat tercukupi.
“Memang sudah ada bantuan dari beberapa pengusaha, dan itu sangat membantu. Tetapi kami masih memerlukan bantuan air minum karena kebutuhan warga setiap hari terus berjalan,” katanya.
Warga berharap bantuan air minum dapat terus disalurkan selama kondisi air PDAM belum membaik. Mereka juga berharap pihak terkait memperhatikan persoalan tersebut dan mencari solusi agar masyarakat memiliki akses air layak konsumsi secara berkelanjutan.
Bagi warga Mentaya Seberang, ketersediaan air minum bukan sekadar kebutuhan sementara, melainkan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap hari. Karena itu, penanganan kondisi air PDAM di wilayah Seranau diharapkan dapat segera dilakukan agar warga tidak terus bergantung pada bantuan. (KLIK-RED)