Home Berita Metropolis Asap Mulai Berkurang, Sekolah di Kotim Bertahap Kembali Belajar di Kelas

Asap Mulai Berkurang, Sekolah di Kotim Bertahap Kembali Belajar di Kelas

  Redaksi   | Jumat , 30 Oktober 2026
3905d28542b0f835cd897681518a6b3a.jpg
Pelajar di Kotawaringin Timur saat mengikuti upacara. (Dokumentasi Klikkalteng.id)

KLIK. SAMPIT – Sejumlah sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka seiring kondisi kabut asap yang berangsur menipis. Namun, kegiatan belajar di kelas belum diterapkan serentak karena setiap sekolah harus menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan kualitas udara di wilayah masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, mengatakan keputusan untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan. Sekolah diminta mempertimbangkan kondisi lingkungan sebelum menentukan metode pembelajaran bagi siswa.

“Menyesuaikan dengan kondisi cuaca saat ini, beberapa sekolah sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun, pelaksanaannya tetap mengacu pada surat edaran kepala daerah,” kata Yolanda, Jumat (30/10).

Sekolah yang telah kembali menggelar pembelajaran tatap muka juga belum menerapkan jadwal belajar normal. Berdasarkan surat edaran Bupati Kotim selama masa tanggap darurat karhutla dan kekeringan, kegiatan belajar dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB.

Yolanda menjelaskan, kondisi udara di setiap wilayah tidak selalu sama. Sekolah yang lingkungannya mulai membaik dapat kembali melaksanakan pembelajaran di kelas. Sementara sekolah yang masih terdampak kabut asap dapat menerapkan Belajar dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Berdasarkan dasbor Dinas Pendidikan Kotim, sekitar 400 satuan pendidikan masih tercatat melaksanakan pembelajaran dari rumah. Jumlah tersebut berasal dari total sekitar 800 sekolah, mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Meski demikian, data tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi terbaru. Masih terdapat keterlambatan pembaruan laporan dari sejumlah sekolah sehingga jumlah satuan pendidikan yang masih menerapkan BDR atau PJJ perlu dipastikan melalui pendataan lanjutan.

Dinas Pendidikan berharap pembelajaran tatap muka dapat kembali berlangsung lebih luas apabila kondisi cuaca dan kualitas udara semakin membaik. Namun, keselamatan siswa dan tenaga pendidik tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan metode pembelajaran.

(KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami