KLIK. SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor ingin menata Pasar Blauran di Sampit agar menjadi kawasan yang lebih menarik dan memiliki daya tarik wisata. Salah satu inspirasinya berasal dari pasar tradisional di Melbourne, Australia, yang mampu menjadi ciri khas sekaligus tujuan kunjungan wisata.
Halikinnor mengatakan, konsep penataan akan mempertahankan bangunan lama Pasar Blauran. Namun, kawasan tersebut akan dipercantik melalui penataan lampu, penyediaan food court, serta penambahan fasilitas pendukung.
“Kalau kita lihat di Australia, di Melbourne itu, justru pasar tradisional bisa dikemas, bisa jadi ciri khas daerah itu, jadi kunjungan wisata,” katanya, Senin (5/10).
Rencana tersebut sedang disusun melalui koordinasi sejumlah perangkat daerah, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Dinas Perhubungan.
Pemerintah Kabupaten Kotim juga berharap penataan Pasar Blauran dapat diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kotim. Meski demikian, konsep dan sejumlah program pendukungnya masih dalam tahap pembahasan.
Halikinnor menilai bangunan lama Pasar Blauran tetap memiliki karakter yang perlu dipertahankan. Penataan lampu dan desain kawasan diharapkan dapat memperkuat daya tarik pasar tanpa menghilangkan identitas lamanya.
Selain mempercantik kawasan, pemanfaatan ruang pasar secara lebih optimal diharapkan dapat mendukung ketertiban lingkungan. Halikinnor berharap aktivitas yang mengganggu ketertiban tidak lagi memiliki ruang di kawasan tersebut.
Rencana ini masih membutuhkan tindak lanjut, terutama terkait desain, fasilitas, pengelolaan, dan keterlibatan para pedagang. Keberhasilan penataan nantinya tidak hanya ditentukan oleh perubahan fisik, tetapi juga kemampuan pasar tetap menjadi ruang aktivitas ekonomi masyarakat. (KLIK-RED)