Home Peristiwa November Mendekat, Hujan Lebat Mulai Basahi Kota Sampit

November Mendekat, Hujan Lebat Mulai Basahi Kota Sampit

  Sugianto   | Sabtu , 31 Oktober 2026
d1490d1c69a210ae5abea4da14daded8.jpg
Hujan yang mengguyur Kota Sampit, Sabtu (31/10) pagi. (Sugianto/Klikkalteng.id)

KLIK. SAMPIT – Hujan dengan intensitas cukup lebat mengguyur Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (31/10/2026) pagi. Hujan ini membawa perubahan suasana setelah warga dalam beberapa waktu terakhir menghadapi cuaca panas dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Guyuran hujan membuat udara di sejumlah kawasan terasa lebih sejuk. Warga berharap hujan berlanjut sehingga lahan yang mengering kembali basah dan kondisi udara di Sampit semakin membaik.

Warga Sampit, Anjar, menyambut positif hujan yang turun sejak pagi. Menurutnya, intensitas hujan cukup deras setelah wilayah tersebut cukup lama mengalami cuaca panas.

“Sudah cukup lama kita merasakan cuaca panas dan asap. Pagi ini hujannya cukup deras, sehingga udara terasa lebih segar. Mudah-mudahan bukan hanya hari ini, tetapi berlanjut beberapa hari ke depan supaya kondisi semakin membaik,” ungkap Anjar.

Ia berharap hujan dapat membasahi lahan yang rawan terbakar sekaligus membantu mengurangi kabut asap. Dengan kondisi tanah yang lebih basah, warga berharap risiko kebakaran lahan baru dapat ditekan.

“Yang paling diharapkan tentu asap benar-benar hilang dan tidak ada lagi kebakaran lahan. Kalau hujan rutin turun, tanah kembali basah dan udara lebih bersih, masyarakat juga bisa beraktivitas dengan lebih nyaman,” tambahnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur sebelumnya memprakirakan wilayah Kotim mulai memasuki awal musim hujan pada November 2026.

Prakirawan BMKG H Asan Sampit, Rahmat W. Abdi, menjelaskan peningkatan potensi hujan dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer. Di antaranya pertemuan atau penumpukan massa udara serta belokan angin di wilayah Kalimantan Tengah.

“Jika dilihat dari dinamika atmosfer, faktor pendukungnya karena adanya pertemuan atau penumpukan massa udara serta belokan angin di wilayah Kalimantan Tengah,” jelas Rahmat.

Hujan yang mulai turun di Sampit menjadi perkembangan yang dinantikan masyarakat setelah periode kering dan kabut asap. Meski demikian, warga tetap perlu mengikuti informasi cuaca dari BMKG karena hujan pada satu pagi belum menjadi penanda bahwa musim hujan telah berlangsung secara merata.

(KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami