Home Pemerintah Murung Raya  Pemkab Murung Raya Gencarkan Budidaya Kakao

 Pemkab Murung Raya Gencarkan Budidaya Kakao

  Redaksi   | Kamis , 31 Oktober 2024
cd8525e149db63d5305b8d03a109481b.jpg
Foto bersama antara Pj Bupati Murung Raya Hermon, Kadistanik beserta jajaran serta penyuluh pertanian lapangan dan petani kakao se -kabupaten Murung Raya di Desa Mangkahui, Kecamatan Murung. Rabu (30/10).

KLIK.PURUK CAHU – Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Pemkab Mura) terus mendorong pengembangan budidaya kakao melalui pelatihan intensif yang melibatkan narasumber dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka). Dalam kegiatan yang berlangsung di lahan kakao milik pekebun Anang di Desa Mangkahui, Kecamatan Murung, para penyuluh pertanian lapangan dan petani kakao se-Kabupaten Murung Raya mendapatkan materi dan praktek langsung selama dua hari, dari 29 hingga 30 Oktober.

Pelatihan ini adalah langkah Pemkab Mura melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanik) Murung Raya untuk mendorong pengembangan komoditas kakao sebagai sumber kesejahteraan masyarakat. Pj Bupati Murung Raya Hermon, menyatakan bahwa melalui transfer pengetahuan ini, penyuluh dan petani diharapkan dapat menguasai teknik budidaya kakao yang tepat agar pengembangan kakao dapat berhasil dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Kami bekerjasama dengan Puslitkoka untuk membekali penyuluh dan petani dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam budidaya kakao. Harapannya, pengembangan kakao di Murung Raya dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan,” kata Hermon dalam penutupan bimbingan teknis tersebut, Rabu (30/10).

Pemkab Murung Raya juga berkomitmen mendukung masyarakat dengan memberikan bibit kakao berkualitas sebagai bagian dari gerakan penanaman kakao di wilayah tersebut.

 "Kami menargetkan 10 ribu hektar lahan untuk penanaman kakao. Pemkab siap mendukung dengan penyediaan bibit dan bantuan lainnya," tambah Hermon.

Kepala Distanik Murung Raya, Reyzal Samat, menjelaskan bahwa lahan kakao tempat pelatihan milik Anang memiliki sekitar 3 ribu pohon kakao yang kini menghasilkan panen bulanan sebesar 300 kg kakao kering. Reyzal menyebutkan bahwa prospek kakao sangat menjanjikan, dengan harga per kilogram antara Rp70 ribu hingga Rp90 ribu.

“Ini peluang yang baik bagi masyarakat. Saya mengajak semua yang tertarik untuk menanam kakao karena prospeknya sangat menjanjikan,” kata Reyzal. Ia berharap bahwa para penyuluh pertanian lapangan dan kelompok tani kakao di Murung Raya dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dari pelatihan ini.

Reyzal juga mengucapkan terima kasih kepada narasumber dari Puslitkoka yang telah berbagi pengetahuan dan keterampilan penting dalam pengembangan kakao. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami