Home Berita Ragam dan Peristiwa BKSDA Sampit Kembali Cari Beruang Terluka, Drone Dikerahkan hingga Kebun Warga

BKSDA Sampit Kembali Cari Beruang Terluka, Drone Dikerahkan hingga Kebun Warga

  Redaksi   | Kamis , 08 Oktober 2026
16263a24e6e78cc27f30b7b48fe46bb1.jpg
Seekor beruang madu terekam berada di semak dan saluran air. Beruang itu tampak mengalami luka. Saat ini petugas masih menelusuri keberadaan beruang yang berada di sekitaran Sampit ini. (Istimewa)

KLIK.SAMPIT – BKSDA Resort Sampit kembali melakukan pencarian beruang yang mengalami luka di wilayah Sampit, Rabu (7/10). Pencarian dilakukan bersama aktivis lingkungan dengan menyisir hutan, kebun warga, sumber air hingga titik yang diduga menjadi sumber pakan beruang.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, pencarian dilakukan sejak pagi dengan menelusuri kembali lokasi awal kemunculan beruang. Tim kemudian memperluas penyisiran hingga area kebun dan hutan di sekitar lokasi.

"Pada sore hari, kami telah menelusuri sejumlah sumber air dan parit. Tim juga memeriksa titik sumber pakan, termasuk kebun nanas milik warga," kata Muriansyah, Kamia (8/10).

Sementara itu, aktivis lingkungan menyisir area kebun dan hutan di sisi lain lokasi. Untuk membantu pencarian, tim juga mengerahkan satu unit drone untuk memantau area dari udara.

Namun, hingga pencarian berakhir, keberadaan beruang tersebut belum ditemukan. Pencarian dilakukan untuk memastikan kondisi satwa yang sebelumnya dilaporkan mengalami luka pada bagian kaki.

Di tengah pencarian, sekitar pukul 17.40 WIB, petugas menerima laporan adanya seekor lutung abu-abu yang terluka di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur.

Personel Pos Sampit langsung menuju lokasi. Namun, saat petugas tiba, lutung tersebut telah mati.

Dari pengamatan petugas, ditemukan dua luka sobek pada bagian punggung dan pantat lutung. Berdasarkan keterangan warga, satwa tersebut sebelumnya terjatuh dari bangunan tinggi dan kemudian digigit anjing sebelum diselamatkan warga.

Lutung tersebut kemudian dikuburkan di wilayah Kelurahan Tanah Mas dengan bantuan aktivis lingkungan Sampit. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami