Home Berita Ragam dan Peristiwa Bara Karhutla Masih Diwaspadai, Tim Gabungan Lakukan Pendinginan Malam di TNTP

Bara Karhutla Masih Diwaspadai, Tim Gabungan Lakukan Pendinginan Malam di TNTP

  Redaksi   | Senin , 02 November 2026
d6ddbe9c96124215e69faa606ff7174d.jpg
Personel Polres Kotawaringin Barat (Kobar) bersama tim gabungan melanjutkan operasi pendinginan sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Minggu (1/11) malam. (Polres Kobar)

KLIK. PANGKALAN BUN – Polres Kotawaringin Barat (Kobar) bersama tim gabungan melanjutkan operasi pendinginan sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Minggu (1/11) malam. Kegiatan difokuskan di sekitar Resor Pesalat dan wilayah luar kawasan feeding area satwa untuk mencegah bara api kembali menyala.

Kapolres Kobar AKBP Joko Handono mengatakan, pendinginan pada malam hari difokuskan untuk menangani bara api yang berpotensi masih tersimpan di dalam lapisan gambut. Meski api di permukaan terlihat padam, titik panas di bawah tanah dapat memicu kebakaran kembali.

“Fokus utama malam ini adalah pendinginan bara dalam tanah gambut,” ujarnya.

Menurut Joko, karakteristik lahan gambut di kawasan TNTP membuat penanganan tidak cukup hanya dengan memastikan api di permukaan padam. Tim perlu menyisir area terdampak dan menyiram titik-titik yang masih mengeluarkan asap agar bara di dalam tanah dapat dikendalikan.

Dalam operasi tersebut, personel gabungan menyemprotkan air ke sejumlah titik asap. Upaya ini dilakukan untuk membasahi kembali lahan sekaligus mengurangi risiko munculnya api baru.

Penanganan berlangsung di tengah kondisi lapangan yang menantang. Personel harus menghadapi asap pekat, keterbatasan penerangan, serta medan gambut yang labil dan berisiko amblas. Pengaturan formasi kelompok dilakukan untuk menjaga keselamatan petugas selama bekerja.

Operasi tersebut melibatkan ratusan personel dari unsur Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta relawan setempat.

Pendinginan menjadi bagian penting dari penanganan karhutla di kawasan konservasi tersebut. Selain mencegah kebakaran kembali terjadi, upaya ini ditujukan untuk mengurangi risiko kerusakan ekosistem dan habitat orangutan Kalimantan di Taman Nasional Tanjung Puting. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami