KLIK.SAMPIT – Satu inidividu orangutan betina berusia sekitar 20 tahun dievakuasi tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama Yayasan Orangutan Foundation International (OFI) dari kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Cilik Riwut Km 9, Gang Sahabat, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (14/10).
Orangutan bernama IRA dengan berat sekitar 28 kilogram itu berhasil dievakuasi sekitar pukul 19.00 WIB. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan luka bakar maupun luka lainnya, meski kondisi tubuh satwa tersebut terlihat kurus.
Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, menjelaskan petugas menerima laporan dari warga bernama Sabinus sekitar pukul 10.10 WIB. Sabinus melaporkan keberadaan orangutan di sebuah pohon di kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tiga personel Pos Sampit, yakni Mury, Riska, dan Angga, langsung menuju lokasi. Mereka kemudian bertemu Sabinus dan dua warga lainnya yang membantu menunjukkan titik keberadaan orangutan.
Setelah memastikan satwa masih terpantau, petugas menghubungi pimpinan BKSDA di Pangkalan Bun. Tim Rescue Seksi KSDA Wilayah II bersama OFI kemudian dikerahkan untuk melakukan evakuasi.
Sambil menunggu tim penyelamat tiba, petugas Pos Sampit memantau pergerakan orangutan dengan bantuan warga dan aktivis lingkungan setempat.
Sekitar pukul 13.00 WIB, Wakil Bupati Kotim bersama Ketua PWI Kotim, Asisten I, dan rombongan turut mendatangi lokasi. Petugas BKSDA memberikan penjelasan mengenai prosedur standar operasional (SOP) penyelamatan satwa liar serta penanganan sejumlah orangutan yang sebelumnya telah dievakuasi.
Rombongan meninggalkan lokasi sekitar pukul 14.00 WIB untuk melanjutkan patroli karhutla.
Tim Rescue tiba sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah memperkirakan berat orangutan, tim dokter menyiapkan obat bius untuk mendukung proses evakuasi.
Penembakan bius dilakukan satu kali. Setelah terbius, orangutan masih tersangkut di pohon sehingga anggota tim harus memanjat untuk menurunkannya. Jaring pengaman yang telah dibentangkan di bawah pohon digunakan untuk menampung satwa tersebut saat diturunkan.
Setelah berhasil dievakuasi, tim dokter BKSDA dan OFI memeriksa kondisi fisik IRA serta mengambil sampel darah untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Orangutan tersebut kemudian dimasukkan ke kandang angkut dan dibawa ke kantor BKSDA di Pangkalan Bun untuk penanganan selanjutnya.
Kemunculan IRA di kawasan bekas karhutla menjadi perhatian petugas di tengah penanganan kebakaran di Kotim. Namun, penyebab orangutan berada di lokasi tersebut belum dipastikan berdasarkan laporan yang tersedia.