Home Peristiwa Api Membakar Lahan Dekat Permukiman di Basirih Hilir, Penyebab Belum Diketahui

Api Membakar Lahan Dekat Permukiman di Basirih Hilir, Penyebab Belum Diketahui

  Redaksi   | Sabtu , 17 Oktober 2026
b0d8e7bac4d91003c1e4a794dbb15def.jpg
Petugas Damakr Pos Samuda saat memadamkan api yang membakar hytan dan lahan di Jalan H Usup, Kelurahan Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Sabtu (17/10) sore. (Damkar Pos Samuda/Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT – Kebakaran hutan dan semak belukar terjadi di Jalan Haji Usup, Kelurahan Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (17/10) sore. Petugas pemadam kebakaran bersama sejumlah unsur terkait melakukan pemadaman dan pendinginan di dua titik api.

 

Berdasarkan laporan Pos Damkar Sektor Samuda, petugas berangkat menuju lokasi pada pukul 15.45 WIB dan tiba sekitar pukul 16.00 WIB. Operasi pemadaman dimulai pukul 16.05 WIB dan berakhir pada pukul 18.30 WIB.

 

Kebakaran tersebut menghanguskan area hutan dan semak belukar dengan ukuran lahan terdampak diperkirakan sekitar 60 x 60 meter. Lokasi kebakaran dilaporkan berada di dekat permukiman warga.

 

Kepala Pos Damkar Sektor Samuda, Supianor, bersama personel Saleh dikerahkan menggunakan satu unit MTPK 12 untuk menangani kebakaran. Mereka juga mendapat dukungan dari pihak Kecamatan MHS, Polsek Samuda, Koramil Samuda, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) tingkat kecamatan dan desa.

 

Dalam laporan operasi, petugas menyebut pemadaman dilakukan pada dua titik api, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan. Setelah operasi selesai, unit kembali untuk mengisi air tangki sebelum bersiaga untuk penanganan berikutnya.

 

"Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan dalam kejadian tersebut. Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum diketahui, " ungkap Supianor. 

 

Kebakaran lahan yang terjadi di dekat permukiman menjadi perhatian karena berpotensi mengancam lingkungan sekitar apabila api meluas. Kewaspadaan warga dan kesiapsiagaan petugas diperlukan untuk mengantisipasi kejadian serupa. (KLIK-RED) 

 

 

Baca Juga

Ikuti Kami