Home Berita Metropolis Matahari Mulai Terlihat, ISPU Kotim Masih Berbahaya di Angka 365

Matahari Mulai Terlihat, ISPU Kotim Masih Berbahaya di Angka 365

  Redaksi   | Sabtu , 17 Oktober 2026
81da65b4b61f7d72a6720588614ff97e.jpg
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, tampak menipis namun kualitaa udara maaih buruk, Sabtu (17/10). ( Usay Nor Rahmad /Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT – Sinar matahari mulai terlihat di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Sabtu (17/10) pagi. Namun, meski kabut asap mulai menipis dan jarak pandang membaik, kualitas udara di Kotim masih berada pada kategori berbahaya dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 365 berdasarkan data aplikasi ISPUnet.

“Kabut asap hari ini tidak begitu pekat. Hingga pukul 10.00 WIB, jarak pandang membaik. Semoga terus membaik,” ungkap Hidayah, warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap menyelimuti Sampit hampir sepanjang hari. Lapisan asap yang pekat membuat sinar matahari sulit menembus langit kota. Kemunculan matahari pada Sabtu pagi pun membawa sedikit kelegaan bagi warga yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.

Data Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit mencatat jarak pandang pada pukul 07.00 WIB hanya 200 meter. Saat itu, kondisi cuaca berupa kabut asap, dengan suhu 25,5 derajat Celsius dan kelembapan udara 91 persen.

Tiga jam kemudian, jarak pandang meningkat menjadi 800 meter. Suhu udara naik menjadi 30,2 derajat Celsius, sementara kelembapan turun menjadi 47 persen. Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan 11 kilometer per jam.

Meski jarak pandang membaik, data ISPUnet untuk 17 Oktober 2026 menunjukkan ISPU Kotim mencapai 365. Partikel halus PM2.5 menjadi parameter kritis dan berada pada kategori berbahaya. Sementara itu, PM10 tercatat sebesar 285, masuk kategori sangat tidak sehat.

Parameter pencemar lainnya tercatat lebih rendah, yakni sulfur dioksida (SO2) sebesar 17, karbon monoksida (CO) sebesar 5, ozon (O3) sebesar 37, nitrogen dioksida (NO2) sebesar 5, dan hidrokarbon (HC) sebesar 0.

PM2.5 menjadi perhatian karena ukurannya sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru. Karena itu, langit yang mulai terang dan jarak pandang yang membaik tidak serta-merta menandakan udara sudah aman untuk dihirup.

Sebagai perbandingan, ISPUnet juga mencatat ISPU Kabupaten Katingan sebesar 951 dan wilayah Jekan Raya, Kota Palangka Raya, sebesar 1.290. Sementara itu, data Mobile AQMS BPBD Kalimantan Tengah di Palangka Raya pada 11 Oktober 2026 menunjukkan nilai 414. Angka-angka tersebut berasal dari lokasi dan waktu pengukuran berbeda sehingga perlu dibaca sesuai periode masing-masing.

Di tengah kondisi tersebut, warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar, respirator seperti N95 yang terpasang rapat dapat membantu mengurangi paparan partikel halus. Pintu dan jendela juga sebaiknya ditutup saat udara luar tercemar, serta menggunakan pembersih udara jika tersedia.

Membaiknya jarak pandang memberi sedikit kelegaan bagi warga Sampit setelah beberapa hari diselimuti asap. Namun, angka ISPU yang masih berada pada kategori berbahaya menunjukkan bahwa perubahan yang terlihat di langit belum tentu mencerminkan pulihnya kualitas udara.

Pemantauan berkala dan informasi terbaru dari instansi berwenang tetap diperlukan untuk mengetahui perkembangan kualitas udara di Kotim. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami