Home Berita Metropolis Harga Karet Stabil, Pasokan dari Petani Kotim Terkendala

Harga Karet Stabil, Pasokan dari Petani Kotim Terkendala

  Redaksi   | Rabu , 21 Oktober 2026
0eaf3f830b9d1a96f24acb98f7ae3b93.jpg
Karet dari Desa Seragam Jaya, saat dijemput pengepul, Rabu (21/10). Dalam beberapa waktu terakhir pasokan terkendala karena adanya kebakaran hutan dan lahan serta kemarau. (Usay Nor Rahmad/Klikkalteng.id)

KLIK. SAMPIT - Harga karet di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) relatif stabil selama setahun terakhir. Namun, pasokan dari petani di Kecamatan Kota Besi terkendala kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membuat petani harus membagi waktu antara menyadap karet dan menjaga kebun.

Pengepul karet di Kecamatan Kota Besi Supriadi mengatakan, harga karet dalam kondisi masih basah saat ini berada di kisaran Rp15 ribu per kilogram. Sementara harga jual kembali mencapai sekitar Rp20 ribu per kilogram.

“Alhamdulillah dalam setahun ini harga stabil. Tapi kemarau dan kebakaran hutan berpengaruh sekali, orang banyak jaga kebun,” ungkap pria yang akrab disapa Adi itu saat mengepul karet di Sampit.

Menurut Adi, ancaman karhutla membuat sebagian petani lebih fokus mengawasi kebun untuk mencegah kebakaran. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas penyadapan dan pasokan karet yang diterima pengepul.

Selain itu, kemarau juga berdampak pada produksi getah. Jika saat musim hujan petani dapat mengumpulkan getah dalam satu hari menggunakan tempurung sebagai wadah penampung, pada musim kemarau pengumpulan getah bisa memakan waktu hingga tiga hari.

Kondisi tersebut membuat pengumpulan karet membutuhkan waktu lebih lama. Adi mengatakan, dalam pengiriman sekitar 5 hingga 6 ton karet, penyusutan berat dapat mencapai 15 persen.

Adi yang juga berkebun karet memahami kondisi yang dihadapi petani. Mereka harus menjaga kebun dari ancaman kebakaran, sementara kondisi cuaca kering turut memengaruhi hasil sadapan.

Meski harga jual relatif stabil, kemarau dan ancaman karhutla menjadi tantangan bagi petani karet di Kecamatan Kota Besi. Kedua kondisi tersebut memengaruhi aktivitas penyadapan dan kelancaran pasokan karet kepada pengepul. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami