KLIK.SAMPIT - Kabut tebal kembali menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (23/10) pagi. Jarak pandang sempat sangat terbatas, bahkan seorang warga Baamang mengaku hanya bisa melihat sejauh sekitar satu meter di tempatnya.
“Bahkan di tempat saya jarak pandang cuma satu meter,” kata Adi, warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Berdasarkan data kondisi cuaca dari BMKG Kotim di Stasiun Meteorologi Sampit (SMQ), pukul 07.00 WIB jarak pandang tercatat hanya lima meter dengan kondisi kabut tebal. Suhu udara berada di angka 23 derajat Celsius, kelembapan 98 persen, serta angin dalam kondisi tenang dengan kecepatan nol kilometer per jam.
Kondisi berangsur berubah satu jam kemudian. Pada pukul 08.00 WIB, jarak pandang meningkat menjadi 50 meter, meski kondisi cuaca masih tercatat sebagai kabut asap. Suhu udara naik menjadi 24,6 derajat Celsius dengan kelembapan 97 persen dan angin masih tenang.
Jarak pandang yang terbatas berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan yang berangkat pada pagi hari. Pengendara diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan, serta meningkatkan kewaspadaan saat melintas.
Kabut asap kembali menjadi perhatian masyarakat di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Namun, data cuaca tersebut belum cukup untuk memastikan sumber kabut yang menyelimuti Sampit pada pagi ini. (KLIK-RED)