Home Peristiwa Dari Lingkar Selatan hingga Kandan, BKSDA Pantau Empat Lokasi Orangutan

Dari Lingkar Selatan hingga Kandan, BKSDA Pantau Empat Lokasi Orangutan

  Redaksi   | Senin , 26 Oktober 2026
6112be0b9a59d4ff11a32c62a00b7f7c.jpg
Petugas BKSDA Resort Sampit menelusuri kebn karet warga untuk mencari keberadaan orangutan di Jalan Soekarno atau Lingkar Kota Utara, Kecamatan Baamang. (BKSDA Resort Sampit/Klikkaltengd.id)

KLIK. SAMPIT – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit memantau empat lokasi kemunculan orangutan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Pemantauan dilakukan untuk menelusuri keberadaan satwa tersebut, termasuk di kawasan yang terdampak kebakaran.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, empat lokasi itu berada di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Gang Mustika di Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang, Bagendang Hilir Kecamatan Mentaya Hilir Utara, serta jalan baru yang tembus ke Desa Kandan Kecamatan Kota Besi.

Di kawasan Jalan Lingkar Selatan, tepatnya di belakang Kantor Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, petugas menemukan dua sarang orangutan kelas C. Mereka juga menemukan bekas nanas yang diduga dimakan satwa di kebun warga.

Sementara itu, di Gang Mustika, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, petugas menemukan satu sarang orangutan kelas C di kebun karet. Tidak jauh dari lokasi tersebut, ditemukan pula bekas umbut nanas yang diperkirakan telah dimakan lebih dari sepekan sebelumnya.

Berdasarkan keterangan warga, orangutan belum terlihat kembali di sekitar pondok dan kebun karet di Gang Mustika. Meski begitu, BKSDA menduga satwa tersebut masih berada di sekitar lokasi kemunculan awal.

Dua lokasi lainnya berada di Bagendang Hilir, masuk Gang Dahlia, serta Jalan Baru yang tembus ke Desa Kandan, di seberang Jalan Jaksa Agung. Muriansyah mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan di kedua lokasi tersebut dan berkomunikasi dengan warga pelapor.

“Kalau yang di Bagendang, hampir tiap hari komunikasi dengan pelapor,” kata Muriansyah, Senin (26/10).

Perhatian khusus juga diberikan pada kawasan Jalan Baru menuju Desa Kandan. Menurut Muriansyah, area yang diduga menjadi tempat orangutan berada semakin terbatas karena kebakaran telah meluas ke sisi kiri, kanan, dan belakang lokasi.

Pada pemeriksaan sebelumnya, masih ada bagian di sisi kiri yang belum terbakar. Namun, saat dilakukan pengecekan ulang beberapa waktu kemudian, bagian tersebut juga telah terbakar.

BKSDA memperkirakan orangutan dapat keluar dari kebun karet di kawasan itu. Namun, pergerakan satwa tersebut belum dipastikan melalui pengamatan langsung.

Temuan tiga sarang orangutan kelas C di kawasan Lingkar Selatan dan Baamang Hulu, disertai bekas tanaman yang diduga dimakan, menjadi petunjuk bagi petugas dalam menelusuri aktivitas satwa. Sementara itu, informasi dari warga membantu BKSDA memantau perkembangan di lokasi kemunculan lainnya. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami