KLIK. SAMPIT – Hujan lebat mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (28/10). Namun, hujan belum serta-merta membuat kualitas udara di Sampit membaik. Data ISPUNet menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk parameter PM2.5 masih mencapai 318 pada pukul 09.00 WIB.
Angka tersebut masuk kategori berbahaya, sehingga masyarakat tetap perlu mewaspadai paparan polusi udara meski hujan telah turun. Sementara itu, situs IQAir mencatat indeks kualitas udara Sampit sebesar 206 atau kategori tidak sehat.
Angka dari kedua platform tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung tanpa memastikan waktu pembaruan, stasiun pemantauan, dan metode pengukurannya. Karena itu, data tersebut perlu dibaca sesuai keterangan masing-masing sumber.
Hujan yang turun membawa harapan bagi warga yang selama ini terganggu kabut asap. Sapri, salah seorang warga Sampit, berharap hujan berlanjut agar asap segera berkurang dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman.
“Alhamdulillah hujan sudah turun. Mudah-mudahan asap cepat hilang supaya kami bisa kembali menghirup udara segar tanpa khawatir. Sekarang kami masih berharap hujan terus turun agar kondisi segera membaik,” ujar Sapri.
Kepala Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit Mulyono Leonardo, menyampaikan bahwa hujan yang terjadi merupakan hujan alami. Kendati demikian, pihaknya tetap mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan.
Menurut prakiraan yang disampaikan, wilayah tengah Kotim diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada awal November 2026. Sementara itu, wilayah selatan diperkirakan menyusul pada akhir November.
Peralihan menuju musim hujan diharapkan membantu menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengurangi kabut asap. Namun, perubahan cuaca tidak selalu langsung diikuti penurunan konsentrasi partikel pencemar di udara.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik berat, selama kualitas udara masih buruk. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan respirator seperti masker N95 atau yang setara untuk membantu mengurangi paparan partikel halus.
Hujan menjadi harapan bagi warga Sampit untuk mendapatkan udara yang lebih bersih. Meski demikian, kondisi kualitas udara perlu terus dipantau dan masyarakat sebaiknya mengikuti informasi terbaru dari sumber pemantauan resmi. (KLIK-RED)