Home Berita Ragam dan Peristiwa BKSDA Telusuri Kemunculan Orangutan di Ganepo, Temukan Sarang di Area Kebun Karet

BKSDA Telusuri Kemunculan Orangutan di Ganepo, Temukan Sarang di Area Kebun Karet

  Usay Nor Rahmad   | Senin , 02 November 2026
a112452b0b57c961fd60c2b3e0e63ad2.jpg
Petugas BKSDA menemui warga Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, yang melaporkan beradaan orangutan di sekitar hutan terbakar, Senin (3/11). (BKSDA Resort Sampit/Klikkalteng.id)

KLIK. SAMPIT – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit menelusuri laporan kemunculan orangutan di Dusun Remiling, Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (3/11). Dalam observasi yang berlangsung selama tiga jam, petugas tidak menemukan individu orangutan, tetapi menemukan satu sarang di area perkebunan warga.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, observasi dilakukan tiga personel Pos Sampit pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Petugas menyusuri kebun karet dan kawasan yang ditumbuhi rotan milik warga untuk mencari keberadaan satwa tersebut.

“Laporan kemunculan disampaikan warga bernama Samsul. Ia melaporkan satu individu orangutan terlihat pada Sabtu sore, tidak jauh dari kawasan permukiman,” jela Muriansyah.

Dari hasil penelusuran, vegetasi di sekitar lokasi didominasi kebun karet, rotan, dan kelapa sawit. Petugas juga menemukan satu sarang orangutan kelas A di kawasan tersebut.

Selain menelusuri keberadaan satwa, petugas mendapati area di sekitar lokasi kemunculan telah terbakar dan masih terdapat bagian yang terbakar saat observasi berlangsung.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lokasi kemunculan orangutan berada di kawasan yang mengalami kebakaran.

“Meski demikian, kami  belum menemukan individu orangutan sehingga keberadaan dan kondisinya belum dapat dipastikan,” imbuhnya.

BKSDA kemudian memberikan arahan kepada warga agar melakukan pemantauan apabila orangutan kembali terlihat. Masyarakat diminta memperhatikan pergerakan satwa dari jarak aman dan segera melaporkannya kepada petugas.

Langkah tersebut diperlukan agar keberadaan orangutan dapat ditelusuri lebih lanjut tanpa mengganggu satwa maupun membahayakan warga. BKSDA juga dapat melakukan tindak lanjut berdasarkan informasi terbaru dari masyarakat. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami