KLIKKALTENG.ID – Satu kru helikopter yang jatuh di perairan Sungai Barito, wilayah Tabatan, Kecamatan Jenamas, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, ditemukan meninggal dunia dalam proses evakuasi, Minggu (8/11). Sementara itu, dua awak lainnya yang merupakan warga negara asing (WNA) berhasil selamat.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, helikopter tersebut membawa tiga orang. Korban meninggal dunia diketahui bernama Yayan Supyansuri yang bertugas sebagai kru atau navigator.
Sebelumnya, Yayan dilaporkan diduga masih terjebak di dalam badan helikopter setelah pesawat mengalami kecelakaan di perairan Sungai Barito. Tim gabungan kemudian melakukan penanganan dan evakuasi di lokasi kejadian.
Baca Juga:
Kebakaran Gegerkan Jalan Niaga Kotim, Satu Bangunan Terbakar
Dua awak lainnya berhasil selamat. Mereka adalah Hugh Pagi yang bertugas sebagai pilot dan Mick Betteridge sebagai kopilot sekaligus teknisi. Keduanya merupakan WNA.
Dalam proses penanganan, BPBD Kabupaten Kapuas mengerahkan empat personel, yakni Agung Wibisono, Ahmad Rifani, M. Jayadi, dan Ahmad Syarif. Mereka dibantu lima personel Relawan Tirta Borneo, yaitu M. Rayhan, Bagus D.C., M. Ilham S.P., Muhammad, serta Rachamad Tulus Setiawan.
Helikopter tersebut diketahui digunakan untuk kegiatan water bombing, yakni operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menjatuhkan air dari udara ke titik kebakaran.
Baca Juga:
Kru Terakhir Helikopter MI-17 Ditemukan di Dalam Bangkai Pesawat
Hingga kini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Belum ada keterangan resmi mengenai faktor yang menyebabkan helikopter tersebut jatuh.
Insiden ini menambah duka dalam upaya penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Satu kru meninggal dunia, sementara dua awak lainnya berhasil selamat. (KLIK-RED)