Home Berita Metropolis Dua Cincin Tulang Rusa dan Alfaka Tersangkut di Jari, Warga Sampit Minta Bantuan Damkar

Dua Cincin Tulang Rusa dan Alfaka Tersangkut di Jari, Warga Sampit Minta Bantuan Damkar

  Sugianto   | Jumat , 06 November 2026
7ce8ae076159e048ef698524878df95a.jpg
Petugas Disdamkarmat Kotim saat memotong cincin yang membuat jari warga ini membengkak, Kami (5!11) malam. (Disdamkarmat Kotim)

KLIK. SAMPIT – Pembengkakan pada tangan setelah mengalami kecelakaan membuat seorang warga di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kesulitan melepas dua cincin yang dikenakannya. Warga tersebut akhirnya meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kotim, Kamis (5/11/2026) malam.

 

Dua cincin berbahan tulang rusa dan alfaka itu tersangkut di jari manis dan kelingking tangan kanan. Kondisi jari yang membengkak membuat cincin sulit dilepaskan secara mandiri.

 

Kepala Peleton Piket/Jaga Damkarmat Kotim, Akhmad Ilham Wahyudi, A.Ma., mengatakan warga datang langsung ke Markas Komando (Mako) Damkarmat di Jalan Bengkirai I untuk meminta pertolongan.

Baca Juga:
Digerebek Polisi di Eks Golden Sampit, 20 Orang Positif Sabu

 

“Begitu warga datang dan meminta bantuan, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jari serta posisi cincin. Penanganan kemudian dilakukan secara hati-hati hingga kedua cincin berhasil dilepaskan,” jelas Ilham.

 

Menurutnya, laporan diterima petugas piket Peleton I sekitar pukul 20.04 WIB. Setelah pemeriksaan awal, Kepala Peleton I menugaskan Regu III untuk melakukan penanganan.

 

Operasional dimulai pukul 20.17 WIB. Petugas menggunakan peralatan penyelamatan untuk melepaskan kedua cincin dengan mempertimbangkan kondisi jari yang mengalami pembengkakan.

Baca Juga:
Sembunyi di Tumpukan Ban, Ular Sanca Batik Dievakuasi dari Rumah Warga Sampit

 

Proses tersebut berlangsung sekitar 120 menit. Kedua cincin akhirnya berhasil dilepaskan dan operasi dinyatakan selesai pada pukul 22.01 WIB.

 

Ilham menjelaskan, pelayanan Damkarmat tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat yang membutuhkan keterampilan dan peralatan khusus.

 

Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu meminta bantuan petugas ketika menghadapi situasi darurat yang membutuhkan penanganan khusus.

Baca Juga:
Kamar Pemuda di Parenggean Jadi Tempat Penyimpanan 13 Paket Sabu

 

“Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu meminta bantuan apabila menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan petugas. Kami berupaya memberikan pelayanan penyelamatan sesuai kemampuan dan prosedur agar masyarakat mendapatkan pertolongan,” tambahnya.

 

Penanganan dilakukan personel Peleton I dengan Regu III sebagai pelaksana operasional. Berdasarkan laporan, tidak terdapat korban jiwa maupun cedera tambahan selama proses evakuasi cincin berlangsung.

 

(KLIK-RED)

 

 

Baca Juga

Ikuti Kami