KLIK. PALANGKA RAYA – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah (Kalteng) tercatat sebesar 2,05 persen pada triwulan III 2026. Meski masih tumbuh, capaian tersebut menjadi yang terendah dibandingkan provinsi lain di regional Kalimantan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan mencapai 4,97 persen, Kalimantan Barat 5,24 persen, Kalimantan Timur 3,39 persen, dan Kalimantan Utara 6,34 persen.
Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga mengatakan, perlambatan terlihat dibandingkan triwulan sebelumnya. Kondisi tersebut dipengaruhi belum meratanya aktivitas ekonomi pada sejumlah sektor utama.
Baca Juga:
Digerebek Polisi di Eks Golden Sampit, 20 Orang Positif Sabu
“Perlambatan terlihat dibandingkan triwulan sebelumnya. Kondisi ini karena belum rata aktivitas ekonomi di sektor-sektor besar,” kata Toto, Jumat (6/11).
Ia menjelaskan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung perekonomian Kalteng. Sektor tersebut memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian daerah dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, kinerja sejumlah sektor lainnya belum menunjukkan perkembangan positif. Sektor pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi cukup dalam, sedangkan perdagangan dan transportasi juga mencatat penurunan.
Baca Juga:
Sembunyi di Tumpukan Ban, Ular Sanca Batik Dievakuasi dari Rumah Warga Sampit
“Pelemahan inilah yang kemudian menjadi salah satu tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi Kalteng,” jelasnya.
Menurut Toto, capaian tersebut menjadi perhatian karena Kalteng masih tertinggal dibandingkan provinsi lain di Kalimantan. Ketergantungan terhadap sektor sumber daya alam juga menjadi tantangan dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menilai penguatan ekonomi membutuhkan dorongan dari berbagai sektor produktif. Dengan aktivitas ekonomi yang lebih merata, pertumbuhan diharapkan tidak terlalu bergantung pada sektor tertentu.
Baca Juga:
Kamar Pemuda di Parenggean Jadi Tempat Penyimpanan 13 Paket Sabu
“Penguatan ekonomi Kalteng masih membutuhkan dorongan dari berbagai sektor. Perlu strategi dan peningkatan aktivitas sektor produktif supaya pertumbuhan tidak bergantung pada sektor tertentu,” pungkasnya. (KLIK-RED)