KLIK. SERUYAN – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mendatangi Kabupaten Seruyan untuk memantau penanganan kecelakaan helikopter Mi-17 milik Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) yang jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Rabu (4/11). Dalam kunjungan tersebut, Agustiar juga menjenguk personel yang berhasil dievakuasi dan menjalani perawatan di RSUD Kuala Pembuang.
Agustiar datang bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan. Rombongan menggunakan helikopter untuk melihat langsung lokasi kejadian sekaligus memantau proses pencarian dan evakuasi.
Setibanya di Bandara Kuala Pembuang, rombongan disambut Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda bersama jajaran pemerintah daerah. Selanjutnya, Gubernur menuju RSUD Kuala Pembuang untuk melihat kondisi personel yang selamat.
Baca Juga:
Agustiar: Warga yang Belum Terima Bansos Segera Lapor ke Kelurahan
Kecelakaan helikopter Mi-17 tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat menjalankan misi water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Insiden tersebut melibatkan delapan personel. Berdasarkan data penanganan yang disampaikan, lima orang berhasil dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis, dua personel meninggal dunia, sedangkan satu personel lainnya masih dalam pencarian.
Di tengah proses pencarian, Agustiar menyampaikan belasungkawa kepada keluarga personel yang meninggal dunia. Ia juga mengapresiasi pengabdian para personel yang menjalankan tugas penanggulangan karhutla.
Baca Juga:
Agustiar Sabran dan Pangdam Zainul Tanam Pohon di Kawasan Bekas Karhutla Pulang Pisau
“Kami sangat berduka atas insiden ini. Semoga almarhum diterima Allah Subhanahu wa Ta'ala, keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan, serta kru yang selamat semoga bisa segera pulih,” tutur Agustiar.
Ia berharap proses pencarian dan evakuasi berjalan lancar sehingga personel yang belum ditemukan dapat segera diketahui keberadaannya.
Sementara itu, tim gabungan masih melakukan pencarian di sekitar lokasi jatuhnya helikopter di perairan Desa Sungai Perlu. Penyelam turut dikerahkan untuk memeriksa badan helikopter guna mendukung proses pencarian satu personel yang belum ditemukan.
Baca Juga:
Pemprov Kalteng Upayakan Bantuan Pangan bagi Warga di Tengah Kabut Asap
Kecelakaan tersebut terjadi saat para personel menjalankan misi pemadaman karhutla melalui udara. Penanganan korban dan pencarian personel yang belum ditemukan masih berlangsung di lokasi kejadian. (KLIK-RED)