Home Peristiwa Karhutla di Bukit Santuai Bakar Gedung Sekolah Lama, Sudah Tak Dipakai Sejak 2016

Karhutla di Bukit Santuai Bakar Gedung Sekolah Lama, Sudah Tak Dipakai Sejak 2016

  Sugianto   | Rabu , 14 Oktober 2026
7830e193c111c793117312364373511a.jpg
Tangkapan layar rekaman video deti-detik bangunan sekolah di Bukit Santuai terbakar, Selasa (13/10). (Istimewa)

KLIK.SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), merembet hingga membakar bangunan sekolah lama di Tumbang Penyahuan. Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial, Selasa (13/10).

Bangunan kayu yang terbakar sempat disebut sebagai SMK Negeri 1 Bukit Santuai. Namun, Camat Bukit Santuai Agus Saptono meluruskan informasi tersebut. Gedung itu merupakan bangunan sekolah lama yang sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sejak 2016.

Agus menjelaskan, bangunan tersebut awalnya menjadi lokasi kegiatan SMK sebelum sekolah memperoleh gedung baru yang lebih layak dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

Setelah gedung baru tersedia, kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke lokasi yang lebih dekat dengan kantor camat yang baru. Bangunan lama kemudian ditinggalkan dan area di sekitarnya ditumbuhi semak belukar.

“Gedung yang terbakar itu sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sejak 2016. Jadi, sudah sekitar 10 tahun bangunan tersebut tidak beroperasi,” kata Agus, Rabu (14/10).

Bangunan tersebut berada di bagian hilir kampung dan relatif jauh dari permukiman warga. Meski sudah lama tidak difungsikan, gedung kayu itu tetap terdampak kebakaran yang berkaitan dengan karhutla di wilayah tersebut.

Hingga Rabu, sumber awal api yang membakar bangunan itu belum diketahui. Pemerintah kecamatan belum memperoleh informasi yang cukup untuk memastikan dari mana api pertama kali muncul.

“Kami belum bisa memastikan dari mana sumber awal api yang membakar bangunan lama tersebut,” ujarnya.

Agus mengatakan, pihak kecamatan telah menyampaikan laporan tertulis kepada bupati melalui Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) serta kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim. Laporan tersebut berkaitan dengan penanganan karhutla dan dampaknya, termasuk kebakaran bangunan sekolah lama di Tumbang Penyahuan.

Berdasarkan konfirmasi dengan kepala sekolah saat ini, sejumlah papan ulin dan material yang masih layak telah diambil ketika sekolah berpindah ke gedung baru. Sementara itu, bangunan lama sudah lama tidak terawat dan tidak lagi menunjang kegiatan pendidikan.

Agus menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya hingga Rabu, belum ada laporan mengenai fasilitas umum lain di Kecamatan Bukit Santuai yang turut terbakar dalam kejadian tersebut.

Meski bukan lagi bangunan sekolah aktif, kebakaran ini menjadi salah satu dampak karhutla yang perlu diperhatikan. Penyebab awal api dan rangkaian kejadian yang membuat bangunan tersebut terbakar masih perlu dipastikan.(KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami