Home Berita Nasional Rocky Gerung Masuk Wantimpres, Tegaskan Fungsi Kritis terhadap Kebijakan Presiden

Rocky Gerung Masuk Wantimpres, Tegaskan Fungsi Kritis terhadap Kebijakan Presiden

  Redaksi   | Jumat , 02 Oktober 2026
c8b6acd6bb78860acd603de964764120.jpg
Presiden RI Prabowo Subianto melantik Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10). (Tim Media Presiden)

KLIKKALTENG.ID – Rocky Gerung resmi menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10). Ia menegaskan, fungsi Wantimpres bukan sekadar mengkritik Presiden, melainkan bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah dan memberikan pertimbangan mengenai arah kebijakan.

Pernyataan itu menjadi perhatian karena Rocky selama ini dikenal aktif menyampaikan pandangan kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Usai pelantikan, Rocky membedakan antara mengkritik dan bersikap kritis. Menurut dia, Wantimpres perlu menelaah kebijakan secara mendalam sebelum menyampaikan pertimbangan kepada Presiden.

”Kalau mengkritik, dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan,” kata Rocky di Istana Negara, Jumat (2/10).

Ia menjelaskan, setiap kebijakan pemerintah berpotensi memunculkan persepsi berbeda di tengah masyarakat. Karena itu, anggota Wantimpres perlu memahami persoalan secara lebih luas, termasuk melihat dampak kebijakan dan membaca kemungkinan arah perkembangannya.

Rocky menyebut Wantimpres memiliki kedudukan etis dalam memberikan pertimbangan. Peran tersebut berbeda dari pelaksanaan teknis pemerintahan sehari-hari.

”Pesan khusus diberikan Pak Pres bahwa dewan pertimbangan punya kedudukan etis, kemampuan untuk melihat kebijakan dan memberikan pertimbangan soal arah, adalah fungsi normatif dari dewan,” ujarnya.

Menurut Rocky, anggota Wantimpres perlu memiliki kemampuan kontemplasi dan evaluasi. Dengan begitu, pertimbangan yang diberikan tidak hanya berfokus pada persoalan yang sedang berlangsung, tetapi juga memperhitungkan kemungkinan perkembangan pada masa mendatang.

Ia juga menyoroti pentingnya memahami persepsi masyarakat terhadap kekuasaan dan kebijakan pemerintah. Menurut dia, pandangan publik tidak selalu sejalan dengan cara Presiden melihat suatu persoalan.

”Karena ini urusan publik, maka keahlian diperlukan, dan paling penting menunjukkan apa yang salah dalam persepsi publik terhadap kekuasaan dan bagaimana diolah menjadi positif untuk negeri,” katanya.

Rocky menambahkan, Wantimpres bertugas mengolah berbagai isu dan menempatkannya dalam koridor etis. Latar belakang serta kemampuan masing-masing anggota, menurut dia, menjadi modal dalam menjalankan fungsi tersebut.

”Dewan pertimbangan itu mengolah isu untuk diletakkan untuk koridor etis, kemampuan individual menjadi andalan dari dewan ini,” pungkasnya. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami