Home Pemerintah Pemprov Kalteng Dampak Karhutla Meluas, Petani dan Nelayan Kalteng Ikut Terdampak

Dampak Karhutla Meluas, Petani dan Nelayan Kalteng Ikut Terdampak

  Redaksi   | Sabtu , 10 Oktober 2026
53f0f30223d001bc9d9bf2027832c664.jpg
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. (Dokumentasi Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di Kalimantan Tengah mulai berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat. Selain mengganggu aktivitas petani dan nelayan, kondisi kabut asap juga menjadi perhatian pemerintah karena adanya laporan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengakui, karhutla berdampak terhadap masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian dan perikanan.

Di sisi lain, pemerintah daerah masih melanjutkan penanganan kebakaran di sejumlah wilayah. Hingga Jumat (9/10), pemerintah belum menetapkan peningkatan status karhutla menjadi bencana nasional.

“Belum, ini kan selama kerja pun masih jalan ya,” ujar Agustiar saat diwawancarai di Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (9/10).

Dampak terhadap kesehatan juga menjadi perhatian. Agustiar mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan kasus ISPA melalui rumah sakit.

“Kami kan selalu cek rumah sakit,” katanya.

Dari hasil pemantauan tersebut, Agustiar menyebut kasus ISPA meningkat sekitar 30 hingga 40 persen dibandingkan hari-hari normal. Namun, ia mengingatkan bahwa kenaikan tersebut tidak serta-merta seluruhnya disebabkan kabut asap akibat karhutla.

“Kurang lebih 30 persen, 40 persen kenaikan ISPA daripada hari-hari biasanya,” ungkapnya.

Menurut Agustiar, perubahan musim atau pancaroba juga dapat memengaruhi peningkatan gangguan pernapasan.

“Karena menyangkut ISPA ini, pancaroba pun tinggi ISPAnya,” ujarnya.

Penanganan karhutla masih terus dilakukan pemerintah daerah bersama unsur terkait. Upaya tersebut diarahkan untuk menangani titik-titik kebakaran sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Meski dampaknya dirasakan di sejumlah sektor, pemerintah Kalimantan Tengah belum menetapkan status bencana nasional. Sementara itu, pemantauan kesehatan masyarakat dan penanganan kebakaran masih berlangsung. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami