Home Berita Metropolis Di Tengah Karhutla, Pelabuhan Bagendang Tetap Layani Ribuan TEUs

Di Tengah Karhutla, Pelabuhan Bagendang Tetap Layani Ribuan TEUs

  Redaksi   | Sabtu , 10 Oktober 2026
9bf3a4370b7eb9ee6fa0f8150871ce7a.jpg
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama rombongan meninjau aktivitas di Pelabuhan Bagendang, Sabtu (10/10). (Istimewa)

KLIK.SAMPIT – Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Bagendang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tetap berjalan normal di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Volume bongkar muat di pelabuhan tersebut mencapai sekitar 6.000 twenty-foot equivalent units (TEUs) per bulan.

General Manager Pelabuhan Bagendang dan Sampit, Akhmad Fajar, mengatakan operasional pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo itu belum mengalami gangguan akibat karhutla. Distribusi bahan kebutuhan pokok menuju Kotim, Seruyan, Katingan, dan wilayah Kalimantan Tengah lainnya juga masih berlangsung.

“Alhamdulillah, selama kondisi karhutla ini, bongkar muat tetap normal. Trafiknya juga, utamanya untuk distribusi bahan sembako kepada masyarakat di Kotim, Seruyan, Katingan, dan Kalimantan Tengah pada umumnya,” kata Fajar saat mendampingi kunjungan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran di Pelabuhan Bagendang, Sabtu (10/10).

Fajar menyebut, aktivitas bongkar muat di pelabuhan tersebut mencapai sekitar 6.000 TEUs setiap bulan. Volume itu mencakup kegiatan yang menjadi bagian dari rantai distribusi barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sejumlah daerah.

“Per bulan kurang lebih kita bongkar muat 6.000 TEUs,” ujarnya.

Kelancaran pelayanan kapal juga didukung penyesuaian operasional dengan kondisi pasang surut air. Faktor tersebut diperhitungkan, terutama berkaitan dengan kedalaman perairan yang dapat dilalui kapal.

Fajar menjelaskan, perubahan pasang surut berlangsung dalam rentang sekitar enam jam. Saat air pasang, kedalaman atau draft yang digunakan dalam operasional mencapai 4,8 meter sesuai prosedur operasional standar (SOP).

“Pasang surut air kita bisa menyesuaikan kondisi yang ada. Ini kita ada pasang surut kurang lebih enam jam ya, dengan draft kalau lagi pasang itu 4,8 sesuai SOP,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan pelayanan pelabuhan dan distribusi barang tetap berjalan di tengah kondisi daerah, termasuk karhutla.

Dari hasil peninjauan, Agustiar menyatakan distribusi kebutuhan pokok tidak mengalami kendala. Aktivitas lain di pelabuhan juga disebut berjalan normal, bahkan menunjukkan peningkatan.

“Intinya, menyangkut sembako tidak ada masalah. Hal-hal lain juga normal seperti biasa, bahkan menunjukkan peningkatan grafiknya,” kata Agustiar.

Menurut Agustiar, pelabuhan memiliki posisi strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Selain menjadi jalur distribusi barang, pelabuhan merupakan pintu masuk dan keluar logistik yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pelabuhan ini merupakan gerbang ekonomi. Di mana ada pelabuhan, di situ ada pintu-pintu ekonomi. Tentunya seperti tadi disampaikan, lancar-lancar saja. Jadi tidak ada permasalahan-permasalahan, kami datang ke sini ingin memastikan itu,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Agustiar didampingi Wakil Bupati Kotim Irawati, Penjabat Sekretaris Daerah Kotim Diana Setiawan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kotim, serta Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit Hotman Siagian beserta jajaran.(KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami