Home Berita Metropolis Nama Kapolsek Ketapang Dicatut, Warga Dimintai Uang Operasional Karhutla

Nama Kapolsek Ketapang Dicatut, Warga Dimintai Uang Operasional Karhutla

  Redaksi   | Minggu , 11 Oktober 2026
e07baa8efeb48a0506362906c407842d.jpg
Ilustrasi pesan penipuan mengatasnamanan Polsek Ketapang warga dimintai dana operasional karhutla. (Klikkalteng)

KLIK.SAMPIT – Nama Kapolsek Ketapang AKP Anis dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab untuk meminta uang kepada masyarakat melalui WhatsApp. Pelaku menggunakan dalih biaya operasional penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Modus tersebut terungkap setelah seorang warga bernama Helmi menerima pesan dari nomor yang mengaku sebagai Kapolsek Ketapang. Merasa curiga, Helmi memilih mengonfirmasi permintaan itu langsung kepada pihak kepolisian.

“Mau minta uang operasional. Terus saya tanya langsung dengan petugas, dan nomor tersebut bukan merupakan nomor Kapolsek Ketapang alias nomor penipuan yang mencatut nama Kapolsek Ketapang,” ungkap Helmi melalui sambungan telepon.

AKP Anis mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan yang mengatasnamakan dirinya, terutama jika disertai permintaan uang dengan alasan apa pun.

Ia meminta warga segera melaporkan pesan mencurigakan kepada polisi agar nomor yang digunakan pelaku dapat ditelusuri.

“Segera lapor kepada polisi sehingga kami bisa segera melacak nomor pelakunya,” kata Anis.

Anis juga mengimbau masyarakat memeriksa identitas pengirim sebelum menanggapi pesan atau memenuhi permintaan transfer uang. Warga sebaiknya memastikan kebenaran informasi melalui saluran resmi atau menghubungi pihak kepolisian secara langsung.

Pencatutan nama pejabat dalam pesan WhatsApp dapat membuat masyarakat terkecoh, terlebih ketika pelaku menggunakan alasan yang berkaitan dengan penanganan karhutla. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak mengirimkan uang sebelum memastikan permintaan tersebut benar-benar berasal dari pihak yang bersangkutan.(KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami