KLIK.SAMPIT – Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang Syamsu menyoroti pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan ekstrakurikuler di tengah kabut asap yang masih menyelimuti Sampit. Ia mempertanyakan penerapan kebijakan belajar dari rumah (BDR) setelah menerima keluhan bahwa sejumlah pelajar masih datang ke sekolah, bahkan mengikuti kerja bakti dan latihan persiapan lomba.
Dadang mengatakan, pihaknya tidak hanya menerima pengaduan dari orang tua, tetapi juga menemukan langsung kondisi serupa di lapangan. Menurut dia, kegiatan yang melibatkan pelajar perlu disesuaikan dengan kondisi kualitas udara.
“Kami banyak mendapatkan keluhan atas kebijakan dinas dan sekolah. Parahnya, kami langsung menemukan beberapa sekolah yang disampaikan itu ternyata benar. Di tengah kabut asap, justru anak-anak itu ada di sekolah dan parahnya disuruh kerja bakti lagi,” ujarnya, Jumat (9/10).
Ia menegaskan, kebijakan BDR tidak boleh sekadar menjadi instruksi tertulis. Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim diminta memastikan seluruh sekolah menjalankan kebijakan tersebut dan tidak mengabaikan keselamatan siswa demi kegiatan yang masih bisa ditunda.
Dadang juga menyoroti sekolah yang tetap meminta murid datang meskipun kebijakan BDR telah diberlakukan. Ia turut mempertanyakan rencana latihan persiapan lomba yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober.
“Makanya, ini saya bilang Dinas Pendidikan kita tidak peka dengan kondisi yang ada di lapangan. Sekali lagi kami ingatkan, tolong pejabat Disdik ini lebih banyak turun ke lapangan di tengah kondisi asap ini. Jangan lepas tanggung jawab untuk urusan pendidikan di tengah kondisi ini,” tegasnya.
Dadang merujuk Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan. Menurutnya, pedoman tersebut mengatur penyesuaian pembelajaran berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), termasuk penghentian sementara pembelajaran tatap muka pada kategori kualitas udara sangat tidak sehat dan berbahaya.
Karena itu, ia meminta Disdik melakukan pengawasan langsung agar pelaksanaan pembelajaran di sekolah menyesuaikan kondisi udara dan ketentuan yang berlaku. Kegiatan yang tidak mendesak dan melibatkan pelajar juga diminta ditunda sampai kondisi memungkinkan.
“Jangan dulu ada kegiatan-kegiatan yang tentunya membuat anak-anak sekolah terbebani. Tidak ada ruginya juga kalau kegiatan itu ditunda daripada paru-paru anak-anak ini yang dipertaruhkan,” pungkasnya.(KLIK-RED)