KLIK. SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau. Imbauan itu disampaikan saat membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 tingkat Kabupaten Kotim di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Sabtu (3/10).
Halikinnor secara khusus meminta masyarakat Mentaya Hulu dan sekitarnya tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan bersama untuk menghindari kebakaran yang dapat meluas dan memicu kabut asap.
“Saya mengimbau dan menekankan kepada seluruh masyarakat Kotawaringin Timur, khususnya masyarakat Kecamatan Mentaya Hulu dan sekitarnya, untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” kata Halikinnor.
Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran. Warga yang menemukan titik api diminta segera melapor kepada aparat desa, camat, atau pihak berwenang agar dapat ditangani secepatnya.
Halikinnor juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan air bersih secara bijak dan menjaga kesehatan selama musim kemarau. Ancaman kabut asap perlu diantisipasi karena berpotensi mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.
Imbauan tersebut juga ditujukan kepada panitia, kafilah, dan peserta MTQ ke-57. Mereka diminta mencukupi kebutuhan air minum, menggunakan masker apabila kondisi udara berasap, serta menjaga kebersihan dan keamanan lokasi kegiatan dari risiko kebakaran.
Halikinnor mengatakan, menjaga lingkungan merupakan bagian dari amanah yang sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Dia pun mengajak masyarakat memperbanyak doa agar hujan segera turun dan daerah terhindar dari bencana.
“Sebagaimana ajaran Al-Qur'an yang melarang kita berbuat kerusakan di muka bumi, menjaga alam adalah bagian dari amanah dan ibadah kita. Marilah kita perbanyak doa, semoga Allah SWT segera menurunkan hujan dan membawa keberkahan serta melindungi kita semua dari segala macam bencana,” pungkasnya. (KLIK-RED)