Home Pemerintah Kotawaringin Timur Kotim Normalisasi Drainase Pelita dan Suprapto Atasi Genangan

Kotim Normalisasi Drainase Pelita dan Suprapto Atasi Genangan

  Redaksi   | Selasa , 06 Oktober 2026
878274fc4e08c3fe75592aabbb94641c.jpg
Bupati Kotim Halikinnor saat memantau pengerjaan drainase di Jalan Tjilik Riwut Sampit. (Diskominfo Kotim/Klikkalteng.id)

KLIK. SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan normalisasi drainase di kawasan Pelita dan sekitar Jalan Suprapto untuk mengurangi genangan saat musim hujan. Upaya ini menjadi penanganan sementara sembari menunggu pembangunan drainase lanjutan yang diharapkan terealisasi tahun depan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama mengatakan, kawasan Pelita dan sekitar Jalan Suprapto kerap mengalami genangan akibat kondisi saluran yang kurang memadai.

Sejumlah saluran drainase di kawasan tersebut relatif sempit, mengalami pendangkalan, bahkan sebagian tertutup. Kondisi ini menghambat aliran air, terutama ketika curah hujan meningkat.

Melalui normalisasi, pemerintah daerah berharap air dari kawasan Pelita dan Suprapto Selatan dapat dialirkan menuju saluran drainase baru di Jalan D.I. Panjaitan.

“Harapannya nanti, meskipun di Pelita belum terbangun drainasenya, tetapi air dari Pelita, dari Suprapto Selatan, itu bisa tertarik ke saluran kita yang baru, yang di Panjaitan,” kata Mentana.

Selain di kawasan Pelita, normalisasi juga dilakukan di Jalan Tjilik Riwut dan Jalan D.I. Panjaitan. Penanganan di dua ruas tersebut berkaitan dengan upaya memperlancar aliran air melalui sistem drainase yang telah dibangun.

Mentana berharap pembangunan drainase lanjutan di kawasan Pelita dapat direalisasikan tahun depan. Dengan begitu, penanganan genangan di kawasan tersebut diharapkan lebih optimal dan tidak hanya bergantung pada normalisasi saluran.

Namun, proses pembersihan drainase masih terkendala keterbatasan armada pengangkut. Material hasil pengerukan yang menumpuk di sejumlah tepi jalan harus diangkut secara bertahap.

“Armada kita terbatas dan dua armada truk yang kita punya ini saat ini sedang menyuplai air bersih,” pungkasnya. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami