KLIK.SAMPIT - Seorang anak buah kapal (ABK) berinisial AB (27) ditemukan meninggal dunia di dalam tugboat Santan 2512 yang berlabuh di perairan Sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (7/10) malam. Hingga kini, penyebab kematian pria asal Luwu, Sulawesi Selatan, tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.
AB diketahui bekerja sebagai ABK di kapal pengangkut bauksit itu selama sekitar lima bulan. Kontrak kerjanya dijadwalkan berakhir pada bulan berikutnya.
Informasi yang dihimpun, AB pertama kali ditemukan oleh juru mudi kapal saat melakukan pemeriksaan setelah tugboat tersebut terlibat insiden dengan tongkang pengangkut kayu. Ketika diperiksa, AB sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang. Petugas selanjutnya melakukan proses evakuasi jenazah dari kapal yang berada di tengah Sungai Mentaya.
Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena lokasi kapal berada di perairan. Petugas Satpolairud bersama relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kotim harus menyeberangi sungai untuk mencapai lokasi.
“Almarhum dijemput di kapal tongkang di Sungai Mentaya,” ujar anggota PMI Kotim, Sidik, Kamis (8/10).
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa ke Sampit dan kemudian ke Instalasi Kamar Jenazah RSUD dr Murjani Sampit untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak keluarga mengaku tidak melihat perubahan perilaku pada AB sebelum ditemukan meninggal dunia. Sehari sebelumnya, korban bahkan masih sempat melakukan siaran langsung melalui akun TikTok miliknya.
Kerabat AB berinisial MA juga menyatakan bahwa korban tidak diketahui memiliki riwayat penyakit maupun menunjukkan tanda-tanda depresi.
“Tidak ada sakit. Tidak ada perangai atau tanda-tanda depresi,” ungkap MA.
Sementara itu, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Tengah masih menyelidiki peristiwa tersebut untuk mengetahui penyebab kematian AB.
“Benar kejadian itu. Saat ini masih dalam penyelidikan,” kata Direktur Polairud Polda Kalteng Kombes Pol Dony Eka Putra melalui Kepala Bagian Pembinaan Operasional Ditpolairud Polda Kalteng Kompol Masriwiyono saat dikonfirmasi Radar Sampit.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kematian korban. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan fakta di balik peristiwa tersebut. (KLIK-RED)