Home Pemerintah Kotawaringin Timur Lahan Mengering, Warga Kotim Diminta Waspadai Karhutla

Lahan Mengering, Warga Kotim Diminta Waspadai Karhutla

  Dian Taresa   | Kamis , 08 Oktober 2026
4761ba23d43ded5eb3f6892e693f7035.jpg
Kebakaran bangunan milik warga di Kompleks Sinar Fajar, Sampit, beberapa waktu lalu. (Disdamkarmat Kotim)

KLIK.SAMPIT - Kondisi lahan yang mengering di tengah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Bupati Kotim Halikinnor mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Menurut Halikinnor, kondisi kekeringan yang masih berlangsung perlu disikapi dengan kewaspadaan bersama. Masyarakat diminta berhati-hati, terutama saat beraktivitas di sekitar lahan yang mudah terbakar.

“Kita tetap harus waspada terhadap kekeringan dan karhutla yang masih terjadi,” ujar Halikinnor.

Ia menjelaskan, dampak karhutla tidak hanya menyangkut kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Asap yang ditimbulkan kebakaran berpotensi mengganggu kualitas udara dan berdampak terhadap kesehatan.

Selain itu, kabut asap dapat menghambat aktivitas sehari-hari apabila kondisi kebakaran memburuk. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar potensi kebakaran tidak berkembang dan menimbulkan dampak lebih luas.

Halikinnor menegaskan, upaya pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran serta masyarakat diperlukan, terutama dengan menghindari kegiatan yang dapat memicu munculnya api dan meningkatkan kewaspadaan selama kondisi lahan masih kering.

“Masyarakat diingatkan agar meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kekeringan masih berlangsung,” imbaunya.(KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami