Home Peristiwa Kabut Asap Batasi Jarak Pandang, Minibus Naik ke Bundaran Habaring Hurung Sampit

Kabut Asap Batasi Jarak Pandang, Minibus Naik ke Bundaran Habaring Hurung Sampit

  Sugianto   | Kamis , 22 Oktober 2026
d0b1b8bb580d4f780ee90a05eba056a0.jpg
Kecelakaan tunggal, Minibus naik ke Bundaran Habaring Hurung Sampit, Kamis (22/10).(Sugianto /Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT – Kabut asap yang menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Kamis (22/10) pagi, membatasi jarak pandang pengendara. Sebuah minibus hitam mengalami kecelakaan tunggal hingga naik ke atas Bundaran Habaring Hurung, yang dikenal sebagai Bundaran Polres Sampit.

Kecelakaan yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB itu mengakibatkan bagian depan minibus ringsek parah. Kondisi kabut asap yang pekat sejak subuh diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jarak pandang di kawasan tersebut.

Seorang pengendara, Andi, mengatakan kabut asap pada pagi itu semakin tebal hingga membuat kondisi jalan sulit terlihat. Ia menduga keterbatasan jarak pandang membuat pengemudi kesulitan mengantisipasi keberadaan bundaran di depannya.

"Kabut asap pagi ini makin parah sejak subuh. Jalan hampir tidak kelihatan. Diduga karena jarak pandang terbatas, bisa sampai terjadi kecelakaan seperti itu," ujar Andi.

Ia memperkirakan pengemudi sempat terkejut ketika melihat bundaran di depannya dan berusaha mengerem. Namun, jarak yang sudah terlalu dekat diduga membuat kendaraan tidak sempat berhenti sebelum menabrak bundaran.

"Kalau saya menduga, pengemudinya kaget melihat bundaran. Sepertinya sudah berusaha mengerem, tetapi mungkin tidak sempat," tambahnya.

Meski bagian depan kendaraan mengalami kerusakan berat, Andi menyebut pengemudi dilaporkan selamat dan telah dievakuasi. Namun, kondisi lengkap pengemudi serta identitasnya masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

"Alhamdulillah, korban selamat. Tadi sudah dievakuasi dan dibawa ke Polres," imbuhnya.

Sementara itu, informasi dari BMKG Kotawaringin Timur mencatat jarak pandang di wilayah Sampit pada pukul 07.18 WIB hanya sekitar lima meter. Suhu udara tercatat 24,2 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 98 persen.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jarak pandang yang sangat terbatas dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melintas di jalan perkotaan dan mendekati persimpangan maupun bundaran.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan ketika kabut asap menebal. Pengendara disarankan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan, serta tidak memaksakan perjalanan apabila pandangan ke depan sudah sangat terbatas.

Meski kabut asap diduga memengaruhi kecelakaan tersebut, penyebab pastinya belum dapat dipastikan. Kronologi lengkap kejadian dan kondisi pengemudi masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami