KLIK. SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gang Dahlia, Desa Bagendang Hilir, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menghanguskan kebun karet dan sejumlah tanaman sawit milik warga, Sabtu (24/10). Kebakaran ini mengancam sumber penghasilan masyarakat yang bergantung pada hasil perkebunan.
Tanaman yang terbakar berpotensi mengurangi pendapatan keluarga, terutama jika kerusakan berdampak pada hasil kebun dalam jangka panjang. Namun, besaran kerugian dan luas lahan yang terdampak belum diketahui.
Bupati Kotim Halikinnor meninjau lokasi kebakaran bersama Wakil Bupati Irawati dan unsur terkait. Dalam peninjauan itu, Halikinnor menyebut keterbatasan pasokan air menjadi salah satu kendala utama pemadaman.
“Kendala utama yang kita hadapi saat ini adalah suplai air. Petugas sudah berupaya maksimal melakukan pemadaman, tetapi ketersediaan air di lokasi menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.
Selain pasokan air yang terbatas, angin kencang dan kondisi tanah gambut turut menyulitkan penanganan api. Petugas gabungan berupaya mengendalikan kebakaran agar tidak meluas ke lahan lain.
Di tengah penanganan karhutla, pemerintah daerah juga menyiapkan pendataan warga terdampak sebagai dasar penyaluran bantuan. Bantuan pangan, termasuk beras, direncanakan melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait, dengan mempertimbangkan hasil pendataan dan kebutuhan masyarakat.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga apabila kebakaran berdampak pada kemampuan mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Karhutla juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain di Kotim, di antaranya Kecamatan Seranau, Kota Besi, dan Cempaga. Kondisi ini menjadi ancaman bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada perkebunan dan lahan yang terdampak.
Masyarakat diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga yang menemukan titik api juga diminta segera melapor kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas. (KLIK-RED)