KLIK. SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta bantuan helikopter water bombing yang berada di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Pulau Hanaut dan Lampuyang.
Permintaan tersebut disampaikan karena sejumlah titik api sulit dijangkau petugas melalui jalur darat. Jarak lokasi kebakaran yang mencapai tujuh hingga 10 kilometer atau lebih dari jangkauan petugas menjadi salah satu kendala dalam upaya pemadaman.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, dirinya telah meminta bantuan kepada Komandan Lanud Iskandar agar helikopter yang berada di Seruyan dapat dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di wilayah Kotim.
“Karena di Kuala Pembuang sana visibility-nya bisa, dia terbang,” ujar Halikinnor, Sabtu (24/10).
Ia berharap helikopter tersebut dapat membantu memadamkan titik api di Pulau Hanaut dan Lampuyang, terutama lokasi yang belum bisa dijangkau secara maksimal oleh petugas darat.
“Ya, kita berharap yang untuk Pulau Hanaut dengan di Lampuyang itu bisa dibantu dengan water bombing. Minimal untuk titik merah apinya itu bisa dipadamkan,” katanya.
Halikinnor menjelaskan, kendala akses membuat pemadaman melalui jalur darat belum bisa menjangkau seluruh titik kebakaran. Karena itu, bantuan pemadaman dari udara diharapkan dapat menjangkau lokasi yang sulit didatangi petugas.
Karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah juga berdampak terhadap kondisi udara di Sampit. Asap dari kawasan kebakaran terbawa angin hingga ke perkotaan dan menyebabkan kabut asap masih dirasakan masyarakat.
Meski demikian, Halikinnor menegaskan bahwa pemadaman melalui jalur darat tetap menjadi metode utama, terutama untuk kebakaran di kawasan gambut. Petugas dapat mendatangi sumber api secara langsung sekaligus melakukan pembasahan agar bara di dalam tanah tidak kembali menyala.
“Memang yang efektif adalah lewat darat. Daratlah yang paling efektif itu karena darat bisa langsung mematikan sampai ke sumber, karena daerah kita daerah gambut. Tapi minimal yang tidak dijangkau bisa dengan water bombing dulu,” tegasnya.
Pemkab Kotim berharap dukungan pemadaman dari udara dapat membantu penanganan titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan penyebaran kebakaran, terutama di Pulau Hanaut dan Lampuyang, serta mengurangi dampak asap yang mencapai Sampit.(KLIK-RED)