Home Berita Nasional Di Tengah Perang Ukraina, Rusia Mulai Kirim Diesel ke Pasar AS

Di Tengah Perang Ukraina, Rusia Mulai Kirim Diesel ke Pasar AS

  Redaksi   | Sabtu , 24 Oktober 2026
6b971cbd480897404e146893d4012d67.jpg
Kapal tanker Agioi Fanendes. Kapal tanker yang digunakan dalam kebijakan diesel Rusia-AS membawa 40.000 ton diesel. (Foto : -Marine Traffic)

KLIK. INTERNASIONAL – Rusia mulai menjalankan kesepakatan pasokan bahan bakar dengan Amerika Serikat (AS) melalui pengiriman perdana diesel sebanyak 40.000 ton. Kapal tanker Agioi Fanendes yang berbendera Malta berangkat dari Pelabuhan Primorsk di Laut Baltik menuju New York pada Jumat (23/10/2026).

Kapal tersebut membawa diesel berkadar sulfur sangat rendah dengan volume setara sekitar 300.000 barel. Berdasarkan data pelacakan maritim yang dikutip sejumlah media, kapal itu dijadwalkan tiba di New York pada 7 November 2026.

Pengiriman ini menjadi sorotan karena berlangsung di tengah perang Rusia-Ukraina dan kebijakan pembatasan perdagangan terhadap Moskow yang diberlakukan sejak 2022. Jika pengiriman tersebut terealisasi sesuai jadwal, transaksi ini akan menjadi impor produk diesel Rusia pertama oleh AS sejak pembatasan tersebut diberlakukan.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membenarkan keberangkatan kapal tanker tersebut. Ia menyatakan pengiriman berikutnya direncanakan berlangsung secara berkala.

Kesepakatan pasokan diesel itu diumumkan Presiden AS Donald Trump pada 9 Oktober 2026 setelah pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam rencana yang disampaikan, Rusia akan memasok 300.000 ton diesel untuk pasar AS dan global pada Oktober, disusul 500.000 ton pada November. Pasokan hingga satu juta ton disebut akan menyusul setelahnya.

Kesepakatan tersebut juga mencakup pelonggaran pembatasan AS terhadap pasokan diesel Rusia serta pencabutan larangan ekspor diesel oleh Moskow.

Kesepakatan ini berlangsung ketika pemerintahan Trump menghadapi tekanan untuk mengendalikan harga bahan bakar menjelang pemilu sela AS pada 3 November 2026. Namun, pengaruh pengiriman perdana terhadap harga bahan bakar nasional masih perlu dilihat dalam konteks kebutuhan energi AS secara keseluruhan.

Muatan sekitar 300.000 barel tersebut setara dengan sebagian kecil konsumsi diesel harian AS. Karena itu, satu pengiriman belum tentu memberikan dampak besar terhadap harga di tingkat nasional, meskipun pasokan tambahan dapat membantu memenuhi kebutuhan pasar tertentu.

Langkah Washington membuka jalur pasokan diesel Rusia menuai kritik dari Ukraina. Presiden Volodymyr Zelenskyy menilai transaksi energi tersebut berpotensi menambah pendapatan Rusia ketika perang masih berlangsung.

Ukraina selama ini mendorong negara-negara mitranya mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Moskow. Kebijakan pelonggaran pembatasan energi karena itu menjadi isu sensitif dalam hubungan AS dan Ukraina.

Perkembangan pengiriman berikutnya akan menjadi salah satu indikator pelaksanaan kesepakatan kedua negara. Selain volume dan jadwal pasokan, kebijakan sanksi serta respons negara-negara yang terdampak perang juga akan memengaruhi dinamika hubungan energi dan diplomatik antara Washington dan Moskow.

(KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami