KLIK. SAMPIT – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit menemukan dua sarang orangutan di kawasan Jalan Lingkar Selatan, tepatnya di belakang Kantor Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (26/10).
Temuan tersebut menguatkan dugaan adanya aktivitas orangutan di sekitar kawasan itu. Namun, petugas tidak melihat langsung satwa tersebut saat melakukan patroli.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, satu sarang kelas C ditemukan di dekat pintu masuk Gang Kecamatan. Petugas kemudian menelusuri dua jalur untuk memeriksa tanda-tanda keberadaan orangutan di sekitar lokasi.
"Pada jalur pertama, kami menemukan sarang lama di kawasan bekas terbakar. Sarang tersebut sebelumnya sudah terpantau pada 9 Oktober 2026. Penelusuran tidak dapat dilanjutkan lebih jauh karena kondisi jalur masih terbakar atau belum aman untuk dilewati," jelas Muriansyah.
Sementara itu, pada jalur kedua, petugas menemukan kebun nanas dengan bagian buah yang diduga telah dimakan satwa. Berdasarkan kondisi temuan, aktivitas tersebut diperkirakan terjadi sekitar sepekan sebelum patroli.
Petugas juga menemukan jalur yang diduga menjadi lintasan satwa untuk memasuki kebun serta satu sarang orangutan kelas C lainnya.
Dugaan itu diperkuat keterangan dua warga yang sedang bekerja di kebun. Mereka menyampaikan bahwa bagian nanas di lokasi tersebut dimakan orangutan sekitar sepekan sebelumnya.
Seorang warga lain yang sedang membangun pondok juga mengaku pernah melihat sarang orangutan dan beruang di kawasan tersebut.
Berdasarkan temuan sarang, bekas nanas yang dimakan, serta keterangan warga, BKSDA menduga orangutan telah melintasi kawasan Pengaringan dan berada tidak jauh dari akses utama Jalan Lingkar Selatan Sampit.
Meski demikian, keberadaan dan pergerakan satwa tersebut masih berupa dugaan berdasarkan tanda-tanda di lapangan. Belum ada pengamatan langsung terhadap orangutan saat patroli berlangsung.
Temuan ini menjadi petunjuk bagi petugas untuk menelusuri lebih lanjut aktivitas satwa liar di sekitar kawasan Lingkar Selatan Sampit. (KLIK-RED)