Home Peristiwa Hujan Turunkan Kabut Asap, Bagaimana ISPU Kotim?

Hujan Turunkan Kabut Asap, Bagaimana ISPU Kotim?

  Redaksi   | Selasa , 27 Oktober 2026
0d091d24d7e4998035ac84df00286474.jpg
Indeks standar pencemaran udara di sejumlah wilayah Indonesia. (ispu.kemenlh.go.id)

KLIK. SAMPIT – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dalam beberapa hari terakhir membawa kelegaan bagi warga yang terdampak kabut asap. Namun, kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih perlu dicermati setelah data ISPU mencatat angka 347 atau masuk kategori berbahaya.

Seorang warga Kotim, Hidayah, mengaku merasakan berkurangnya asap pada Selasa (27/10) malam setelah hujan turun.

“Malam ini asap jauh berkurang. Semoga semakin membaik,” ungkap Hidayah.

Berkurangnya asap yang dirasakan warga menjadi perkembangan positif. Meski demikian, kondisi yang terlihat di lingkungan sekitar belum cukup untuk memastikan kualitas udara telah kembali aman. Pengukuran melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tetap diperlukan untuk mengetahui tingkat pencemaran.

Berdasarkan data ISPU yang diterima, Kotim mencatat nilai 347 dengan PM2.5 sebagai polutan utama. Angka tersebut berada dalam kategori berbahaya, sehingga masyarakat masih perlu mewaspadai potensi paparan partikel halus di udara.

PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan. Paparan dalam konsentrasi tinggi berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru.

Hujan dapat membantu mengurangi partikel yang melayang di udara, tetapi dampaknya terhadap kualitas udara bergantung pada kondisi cuaca, intensitas hujan, dan sumber pencemaran yang masih ada. Karena itu, berkurangnya kabut asap belum tentu sejalan dengan penurunan ISPU pada tingkat yang sama.

Masyarakat diimbau tetap memantau pembaruan ISPU dari sumber resmi dan mengurangi aktivitas berat di luar ruangan apabila kualitas udara masih buruk. Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus juga dapat dipertimbangkan ketika harus beraktivitas di luar.

Harapan warga agar udara semakin membaik kini perlu diikuti data pemantauan terbaru. Dengan begitu, kondisi setelah hujan dapat diketahui bukan hanya dari berkurangnya asap yang terlihat, tetapi juga dari perubahan tingkat pencemaran udara. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami