KLIK. SAMPIT – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai berkurang setelah hujan mengguyur Sampit dan sekitarnya. Meski jarak pandang berangsur membaik, aktivitas penerbangan di Bandara H. Asan Sampit masih terganggu karena tiga maskapai belum kembali mengoperasikan penerbangannya.
Ketiga maskapai tersebut yakni NAM Air, Super Air Jet, dan Wings Air. Pembatalan berlaku untuk penerbangan dari maupun menuju Sampit dengan alasan kondisi kabut asap yang dinilai masih berdampak terhadap keselamatan penerbangan.
Kepala Bandara H. Asan Sampit, Abdul Haris, mengatakan operasional penerbangan sementara belum dibuka kembali. Pihak bandara masih memantau perkembangan cuaca dan menunggu informasi dari masing-masing maskapai.
“Penerbangan di Bandara H. Asan Sampit sementara ini belum dibuka,” katanya, Rabu (28/10).
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotim, jarak pandang di Sampit pada Selasa (27/10/2026) pukul 07.00 WIB hanya sekitar 100 meter. Setelah hujan mengguyur wilayah tersebut, jarak pandang meningkat menjadi satu kilometer pada pukul 08.00 WIB.
Perbaikan berlanjut hingga sore hari. Pada pukul 16.00 WIB, jarak pandang tercatat mencapai tujuh kilometer.
Meski demikian, membaiknya jarak pandang pada waktu tertentu belum menjadi dasar untuk membuka kembali seluruh penerbangan. Aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam operasional transportasi udara.
Abdul Haris menjelaskan, NAM Air telah menyampaikan pemberitahuan perpanjangan pembatalan penerbangan dari dan menuju Sampit hingga 2 November 2026. Sementara itu, Super Air Jet dan Wings Air juga masih membatalkan penerbangan akibat kabut asap, tetapi pihak bandara belum menerima informasi mengenai batas waktu pembatalan kedua maskapai tersebut.
District Manager NAM Air Sampit, Harli Rahman, mengatakan keputusan pembatalan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan dampak asap karhutla terhadap keselamatan penerbangan.
“Pembatalan penerbangan ini dikarenakan asap karhutla yang berdampak pada keselamatan penerbangan. Seperti sebelumnya, pembatalan kami lakukan secara berkala dengan melihat kondisi cuaca di Sampit,” ujar Harli.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun hujan mulai mengurangi kabut asap dan memperbaiki jarak pandang, dampaknya terhadap aktivitas transportasi udara belum sepenuhnya berakhir. Masyarakat yang memiliki jadwal perjalanan melalui Bandara H. Asan Sampit diimbau memastikan informasi penerbangan langsung kepada maskapai sebelum berangkat ke bandara. (KLIK-RED)