Home Berita Metropolis Kemarau Melanda, Taman Kota Sampit Tampak Gersang dan Kurang Terawat

Kemarau Melanda, Taman Kota Sampit Tampak Gersang dan Kurang Terawat

  Redaksi   | Kamis , 13 Agustus 2026
fc1595f309f258a1a68124ecf1b1684d.jpg
Rumput di areal Taman Kota Sampit tampakmati kering, akibat dampak musim kemarau. Kondisi ini membuat alun-alunnya masyarakat Sampit iutu tampak gersang ditambah sampah yang bertebaran membuatnya tampak terurus. (Nurul/ Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT – Kondisi Taman Kota Sampit di tengah musim kemarau mulai menjadi sorotan warga. Sejumlah bagian taman terlihat gersang dengan rumput yang mengering dan daun-daun berguguran memenuhi area taman.

Kondisi tersebut membuat suasana Taman Kota Sampit yang biasanya menjadi salah satu ruang terbuka untuk bersantai terasa berbeda. Hamparan rumput yang sebelumnya menghijau kini tampak menguning dan kering akibat cuaca panas serta minimnya hujan.

Selain rumput kering, daun yang berguguran juga terlihat menumpuk di sejumlah bagian taman. Kondisi itu membuat kawasan taman terkesan kurang terawat.

Putri, salah seorang warga yang mengunjungi Taman Kota Sampit, mempertanyakan pemeliharaan tanaman di kawasan tersebut. Menurutnya, kondisi tanaman seharusnya mendapat perhatian lebih, terutama ketika kemarau berlangsung cukup panjang.

"Kelihatan gersang sekarang. Rumputnya banyak yang kering, daunnya juga berguguran. Apakah tidak ada penyiraman atau pemeliharaan?" ujar Putri.

Menurutnya, Taman Kota Sampit masih menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi masyarakat. Karena itu, kondisi taman dinilai perlu mendapat perhatian agar tetap nyaman digunakan warga.

Persoalan tidak hanya terlihat pada kondisi tanaman. Sampah juga tampak berserakan di sejumlah titik. Bahkan, beberapa tempat sampah terlihat sudah penuh dan sampah di dalamnya belum diangkut.

Kondisi tersebut membuat kesan kurang terawat semakin terlihat. Rumput yang mengering, daun berguguran, serta sampah yang menumpuk bercampur di beberapa sudut taman.

Putri berharap pengelola tidak hanya melakukan pemeliharaan ketika kondisi taman sudah mengalami kerusakan. Penyiraman tanaman secara rutin dinilai penting selama musim kemarau untuk menjaga ruang terbuka hijau tetap hidup.

"Kalau musim kemarau seperti ini mungkin memang perlu lebih sering disiram. Sampahnya juga jangan sampai penuh seperti itu," katanya.

Taman Kota Sampit selama ini menjadi salah satu ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, bersantai maupun berkumpul bersama keluarga.

Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, pemeliharaan taman dinilai menjadi penting. Tidak hanya untuk menjaga tanaman tetap tumbuh, tetapi juga memastikan kawasan tersebut tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat.

Warga berharap kondisi Taman Kota Sampit segera mendapat perhatian, terutama terkait penyiraman tanaman, pembersihan daun dan pengangkutan sampah yang menumpuk. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami