KLIK. SAMPIT – Hujan mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, sejak Minggu (25/10/2026) malam hingga Senin (26/10) dini hari. Warga berharap hujan membantu meredakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengurangi kabut asap yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Yanti, warga Kecamatan Cempaga, mengatakan hujan lebat turun di wilayahnya sekitar pukul 01.30 WIB. Ia berharap hujan tersebut dapat membasahi lahan yang terbakar dan mengurangi kemunculan titik api baru.
“Hujan lebat dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Semoga setelah hujan ini tidak ada lagi titik api,” harapnya.
Hujan juga dilaporkan turun di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang). Muhammad Hadrianur, warga setempat, menyebut gerimis mulai turun pada Senin sekitar pukul 05.02 WIB.
“Semoga hujan ini bisa memadamkan api dan tidak ada lagi asap,” ujarnya.
Sementara itu, Rizal, warga Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, melaporkan hujan lebat disertai petir terjadi pada Minggu sekitar pukul 22.37 WIB. Ia berharap hujan meluas ke wilayah lain yang masih terdampak karhutla.
“Mudah-mudahan hujan mulai merata agar asap tidak ada lagi,” tuturnya.
Hujan berpotensi membantu membasahi vegetasi dan mengurangi risiko kebakaran. Namun, dampaknya terhadap pemadaman karhutla bergantung pada intensitas dan durasi hujan serta kondisi lahan yang terbakar.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah juga mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca pada Senin (26/10/2026) pukul 03.38 WIB. Hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi mulai pukul 03.50 WIB di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Untuk Kotim, potensi cuaca tersebut mencakup Kota Besi, Cempaga, Mentaya Hulu, Parenggean, Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Antang Kalang, Seranau, Cempaga Hulu, Telawang, Bukit Santuai, Tualan Hulu, dan Telaga Antang. Dalam peringatan tersebut, kondisi diprakirakan berpotensi berlangsung hingga pukul 06.10 WIB.
Hujan menjadi harapan masyarakat setelah kabut asap mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Meski demikian, hujan di sejumlah kecamatan belum memastikan seluruh titik api padam. Pemantauan dan penanganan karhutla tetap diperlukan untuk mencegah kebakaran kembali meluas.(KLIK-RED)