Home Pemerintah Kotawaringin Timur Kebun Karet dan Sawit Terbakar, Bupati Kotim Minta Warga Terdampak Segera Didata

Kebun Karet dan Sawit Terbakar, Bupati Kotim Minta Warga Terdampak Segera Didata

  Redaksi   | Sabtu , 24 Oktober 2026
16f695e5c35d1df11cb61be98b1dcc28.jpg
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor berbincang dengan salah seorang warga yang kebunnya terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Sabtu (24/10). (Diskominfo Kotim/Klikkalteng.id)

KLIK. SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya menghanguskan tanaman perkebunan. Kebakaran juga mengancam penghasilan warga yang menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari kebun karet dan kelapa sawit.

Bupati Kotim Halikinnor meminta masyarakat yang kebunnya terdampak segera didata agar pemerintah dapat mengupayakan bantuan. Hal itu disampaikannya saat meninjau lokasi karhutla di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Sabtu (24/10).

Dalam peninjauan tersebut, Halikinnor melihat langsung kebun karet dan kelapa sawit milik warga yang terbakar. Menurutnya, pendataan diperlukan untuk mengetahui warga yang terdampak sekaligus memperkirakan kerugian yang mereka alami.

Data tersebut nantinya menjadi dasar untuk mengupayakan bantuan melalui pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat.

“Kita akan menginventarisasi dan mendata masyarakat yang menggantungkan hidup dari kebun, tetapi kebunnya terbakar. Nanti kita upayakan agar mereka bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten,” kata Halikinnor.

Ia juga meminta pemerintah daerah memperhatikan kebutuhan pangan keluarga yang kehilangan sumber penghasilan. Sebab, warga yang selama ini bergantung pada hasil kebun berpotensi mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah lahannya terbakar.

Sebagai langkah antisipasi, Halikinnor telah meminta Penjabat Sekretaris Daerah Kotim Diana Setiawan menyiapkan anggaran untuk pengadaan beras bagi warga terdampak.

“Yang utama, kita berupaya agar masyarakat jangan sampai tidak makan. Kalau penghasilan mereka hanya dari kebun, kemudian kebunnya terbakar, tentu mereka akan mengalami kesulitan,” ujarnya.

Pendataan menjadi langkah awal untuk memastikan kondisi warga terdampak teridentifikasi. Dengan begitu, upaya bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang kehilangan sumber penghidupan akibat karhutla. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami