Home Berita Metropolis Air PDAM Mulai Asin, Dinkes Kotim Ingatkan UMKM Perhatikan Kualitas Air

Air PDAM Mulai Asin, Dinkes Kotim Ingatkan UMKM Perhatikan Kualitas Air

  Redaksi   | Sabtu , 24 Oktober 2026
d7adb5d5acd3a017418938d1b5fac9df.jpg
Pipa intake PDAM yang mengambil air ke Sungai Mentaya di wilayah Kecamatan Mentawa baru Ketapang, saat kemarau. (Dokumentasi Usay Nor Rahmad/Klikkalteng.id)

KLIK. SAMPIT – Intrusi air laut yang masuk ke Sungai Mentaya mulai memengaruhi kualitas air baku PDAM Tirta Mentaya. Air ledeng yang biasa digunakan masyarakat untuk memasak, mencuci bahan makanan, hingga membuat minuman kini terasa asin dan payau.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memproduksi makanan dan minuman, diingatkan agar memastikan kualitas air sebelum menggunakannya.

Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi mengatakan, penggunaan air yang kualitasnya tidak terjamin berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, termasuk diare. Namun, tingkat risiko bergantung pada kondisi dan kadar pencemaran air.

“Potensi penyebaran diare melalui makanan dan minuman yang menggunakan air payau memang ada, tetapi tidak signifikan. Hal itu bergantung pada tingginya kadar salinitas air,” ujarnya, Sabtu (24/10).

Umar menjelaskan, masyarakat diimbau mencari sumber air alternatif yang kualitasnya lebih baik. Beberapa pilihan di antaranya air dari sumur bor dalam, sumur biasa, atau sumber lain yang telah dipastikan memenuhi persyaratan kesehatan.

Menurutnya, air yang terdampak intrusi air laut tidak hanya perlu diperhatikan untuk konsumsi. Penggunaan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari juga perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan rasa gatal ketika digunakan untuk mandi.

“Air PDAM yang air bakunya berasal dari Sungai Mentaya sudah tercampur air laut sehingga terasa asin. Kami mengimbau masyarakat menggunakan sumber air lain yang kualitasnya lebih baik. Sebab, air tersebut bahkan bisa menimbulkan rasa gatal ketika digunakan untuk mandi,” ucapnya.

Imbauan ini menjadi perhatian khusus bagi pelaku UMKM yang menggunakan air dalam proses produksi makanan dan minuman. Kualitas air perlu dipastikan agar bahan pangan yang diolah tetap memenuhi persyaratan keamanan dan kesehatan. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami