KLIK. SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Meski hujan telah mengguyur sejumlah wilayah, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum sepenuhnya berakhir karena masih terdeteksi 91 titik panas.
Prakirawan BMKG Haji Asan Sampit, Rahmat W. Abdi, mengatakan prakiraan tersebut berdasarkan pembaruan informasi cuaca terbaru. Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah juga dipengaruhi dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan.
"Betul, berdasarkan update terakhir, wilayah Kotim diprediksi sudah memasuki awal musim hujan pada November," katanya.
Rahmat menjelaskan, salah satu faktor pendukung terbentuknya hujan adalah adanya pertemuan atau penumpukan massa udara serta belokan angin di wilayah Kalimantan Tengah.
"Dilihat dari dinamika atmosfer, faktor pendukungnya karena adanya pertemuan atau pumpunan serta belokan angin di wilayah Kalteng," ungkapnya.
Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya hujan di sejumlah daerah. Namun, intensitas dan sebaran hujan belum tentu merata sehingga sebagian kawasan masih berpotensi mengalami kondisi kering.
Data pemantauan BMKG Kotim yang bersumber dari BRIN menunjukkan, sebanyak 91 titik panas terdeteksi dalam akumulasi 24 jam terakhir hingga Jumat (30/10/2026) pukul 07.00 WIB.
Titik panas tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Mentaya Hilir Utara, Natai Baru, Bagendang Tengah, Seranau, Batuah, Mentaya Hulu, Cempaga, Rubung Buyung, Cempaga Hulu, Pelantaran, Bagendang Hilir, Tanjung Bantur, Teluk Sampit, dan Lampuyang.
Berdasarkan tingkat kepercayaan atau confidence level, sebanyak sembilan titik masuk kategori rendah, 78 titik kategori menengah, dan empat titik kategori tinggi.
Masih terdeteksinya puluhan titik panas menjadi pengingat bahwa peralihan menuju musim hujan tidak serta-merta menghilangkan risiko karhutla. Terlebih, hujan yang turun sesekali belum tentu cukup untuk membasahi seluruh kawasan yang sebelumnya mengalami kekeringan.
Karena itu, upaya pencegahan dan pemantauan tetap diperlukan, terutama di wilayah yang masih terdeteksi titik panas. Masyarakat juga diingatkan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Prakiraan awal musim hujan pada November diharapkan membantu mengurangi ancaman karhutla dan kabut asap di Kotim. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan sampai hujan turun lebih merata dan kondisi lahan berangsur membaik. (KLIK-RED)