Home Peristiwa Hujan Mulai Turun, Ancaman Karhutla di Kotim Belum Sepenuhnya Berakhir

Hujan Mulai Turun, Ancaman Karhutla di Kotim Belum Sepenuhnya Berakhir

  Redaksi   | Kamis , 29 Oktober 2026
c447aff50bfb3dd5b5ff2383f926212a.jpg
Hujan mengguyur wilayah Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, belum lama ini. (Dokumentasi Sugianti Klikkalteng.id)

KLIK. SAMPIT – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tetapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum sepenuhnya berakhir. Wilayah ini masih berada dalam masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

Kepala BMKG Kabupaten Kotim Mulyono Leo Nardo, mengatakan turunnya hujan belum menandakan musim hujan telah berlangsung secara penuh. Kondisi cuaca masih dapat berubah sehingga potensi kebakaran tetap perlu diwaspadai.

“Kita dapat mengatakan ini dalam musim transisi, karena peralihan dari musim kemarau ke hujan,” ujar Mulyono, Kamis (29/10).

Ia menyebut potensi hujan ringan hingga sedang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Namun, intensitas hujan diperkirakan mulai berkurang setelah hujan yang mengguyur wilayah Kotim pada Rabu (28/10).

Pada hari tersebut, curah hujan tercatat mencapai 45,2 milimeter. Meski hujan membantu membasahi lahan dan mendukung penanganan karhutla, kondisi tersebut belum menjamin seluruh wilayah terbebas dari risiko kebakaran.

Mulyono menjelaskan, hujan yang turun merupakan hasil kombinasi proses alami dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). BMKG melakukan penyemaian awan di wilayah Sampit, Seruyan, dan Katingan untuk mempercepat pembentukan awan hujan.

“Dikatakan alami, tapi ada modifikasi. Jadi, di mana ada potensi pertumbuhan awan, di situ kami menyemai OMC untuk mempercepat proses pembentukan awan hujannya,” jelasnya.

Menurut Mulyono, pelaksanaan OMC memberikan dampak terhadap penurunan jumlah titik panas atau hotspot di sebagian besar wilayah Kotim. Meski demikian, potensi karhutla masih dapat muncul apabila hujan tidak turun selama beberapa hari dan kondisi lahan kembali mengering.

Karena itu, masyarakat diminta tidak lengah meskipun hujan mulai turun. Pencegahan tetap diperlukan, terutama dengan tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan cara membakar.

Warga juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap agar dapat ditangani sebelum meluas. Kewaspadaan selama masa transisi menjadi penting untuk mencegah kebakaran kembali terjadi ketika intensitas hujan menurun. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami