Home Peristiwa Induk Orangutan Terluka akibat Dugaan Jerat, Dievakuasi Bersama Anaknya di Kandan

Induk Orangutan Terluka akibat Dugaan Jerat, Dievakuasi Bersama Anaknya di Kandan

  Sugianto   | Sabtu , 24 Oktober 2026
ab297ac813a8665cf3474210bc01c7f7.jpg
Evakuasi satu individu orangutan di Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi, Jumat (23/10) dini hari. (BKSDA Kalteng/Klikkalteng.id)

KLIK. SAMPIT – Satu individu induk orangutan ditemukan mengalami luka cukup parah pada kedua pergelangan tangannya saat dievakuasi tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah di Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (23/10) dini hari. Satwa bernama Gadis itu diselamatkan bersama anaknya, Garis, yang masih berusia sekitar 10 bulan.

Dalam pemeriksaan awal, petugas menemukan tali yang melilit pergelangan tangan kiri dan kanan Gadis. Tali tersebut diduga merupakan jerat babi yang menyebabkan luka pada kedua bagian tubuhnya.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan tim bergerak setelah menerima informasi mengenai kemunculan kembali kedua orangutan tersebut di wilayah Desa Kandan pada Kamis (22/10) sore.

Informasi itu disampaikan aktivis lingkungan di Sampit, Awil, sekitar pukul 16.49 WIB. Petugas kemudian berkoordinasi dengan warga setempat untuk memantau pergerakan kedua satwa sebelum laporan diteruskan kepada pimpinan.

“Setelah menerima informasi, kami berkoordinasi dengan warga dan aktivis lingkungan untuk terus memantau pergerakan kedua orangutan tersebut. Informasi itu kemudian kami laporkan kepada pimpinan agar penanganan bisa segera dilakukan,” ujar Muriansyah, Sabtu (24/10).

Gadis yang diperkirakan berusia 25 tahun bersama anaknya sebelumnya telah dicari petugas pada Senin (12/10). Saat itu, personel BKSDA Pos Sampit mendatangi lokasi untuk melakukan observasi, tetapi keberadaan keduanya belum ditemukan.

Setelah menerima laporan terbaru, tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi KSDA Wilayah II bersama Orangutan Foundation International (OFI) bergerak dari Pangkalan Bun menuju lokasi. Tim berangkat sekitar pukul 19.00 WIB pada Kamis malam dan tiba sekitar pukul 01.00 WIB, Jumat dini hari.

Luka Induk Orangutan Mendapat Penanganan

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengevakuasi Gadis dan Garis. Pemeriksaan awal kemudian dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik keduanya dan menentukan penanganan lanjutan.

Petugas menemukan tali yang melilit kedua pergelangan tangan Gadis. Tali itu segera diputus karena telah menyebabkan luka cukup parah, kemudian luka pada induk orangutan tersebut mendapatkan penanganan dokter.

“Luka pada kedua pergelangan tangan induk orangutan cukup parah. Tali yang melilitnya sudah diputus dan lukanya mendapatkan penanganan dari dokter. Dugaan sementara, tali tersebut merupakan jerat babi,” jelas Muriansyah.

Operasi penyelamatan itu turut dibantu anggota Polda Kalimantan Tengah dan Polres Kotawaringin Timur. Kegiatan tersebut juga disaksikan Direktur Polisi Satwa Korshabara Baharkam Polri, Brigjen Pol Tory Kristianto.

Setelah proses penyelamatan dan pemeriksaan awal selesai, tim kembali menuju Pangkalan Bun sekitar pukul 03.00 WIB.

Temuan tali yang melukai Gadis menjadi perhatian dalam penanganan satwa liar di kawasan tersebut. Namun, dugaan bahwa tali itu merupakan jerat babi masih memerlukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan asal dan penyebab luka.

Informasi dari warga dan aktivis lingkungan turut membantu petugas menemukan kembali kedua orangutan tersebut setelah pencarian sebelumnya belum membuahkan hasil. Respons terhadap laporan itu memungkinkan proses evakuasi dilakukan ketika keberadaan induk dan anaknya kembali terpantau.(KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami