Home Peristiwa Masjid Fitriyah Ikut Terbakar, Warga Tumbang Sanamang Kehilangan Tempat Ibadah Bersejarah

Masjid Fitriyah Ikut Terbakar, Warga Tumbang Sanamang Kehilangan Tempat Ibadah Bersejarah

  Redaksi   | Sabtu , 24 Oktober 2026
392c56ac37eb01f491bf6b544a1707ef.jpg
Pagar Masjid Fitriyah, berada di tengah puing-puing kebakaran yang melanda Pasar Kelurahan Tumbang Sanamang, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, berubah menjadi lautan api pada Jumat (23/10/2026) dini hari. (Foto: Indu Doni/Klikkalteng.id)

KLIK.KATINGAN – Kebakaran yang melanda Pasar Kelurahan Tumbang Sanamang, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, Jumat (23/10) dini hari, tidak hanya menghanguskan puluhan los pasar dan rumah warga. Masjid Fitriyah yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat juga ikut terbakar.

Bagi warga yang telah lama tinggal di sekitar masjid, peristiwa tersebut meninggalkan kesedihan mendalam. Salah satunya dirasakan Indu Doni, warga yang sejak lama bertetangga dengan masjid tersebut.

“Yang tinggal ini saja yang tersisa,” ungkap Indu Doni, menggambarkan kehilangan setelah kebakaran melanda kawasan itu, Sabtu (10/24/2026)

Ia mengaku sedih saat menyaksikan masjid terbakar pada malam kejadian. Suara azan yang selama ini bergema setiap waktu dari Masjid Fitriyah telah menjadi bagian dari kesehariannya, terlebih karena keluarganya sudah tinggal di sekitar masjid sejak zaman nenek moyangnya.

“Karena jadi tetangga masjid sejak zaman nenek moyang kami dulu, sangat merasa sedih dan kehilangan sampai menangis saat menyaksikan terbakar kemarin malam. Semoga bisa cepat tergantikan, ya Allah,” tuturnya.

Bagi Indu Doni, Masjid Fitriyah bukan sekadar bangunan tempat ibadah. Keberadaannya telah melekat dalam kehidupan warga yang tinggal di sekitarnya selama bertahun-tahun.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB hingga 03.00 WIB itu menghanguskan 25 los pasar, empat rumah warga, dan satu masjid. Kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Kasat Pol PP dan Damkar Katingan Wahiman mengatakan, api melahap puluhan los pasar sebelum merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi seorang warga dilaporkan mengalami luka bakar ringan.

“Tiada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material mencapai miliaran rupiah,” ujar Wahiman.

Dari 25 los pasar yang terbakar, enam di antaranya merupakan bangunan baru yang baru selesai dibangun dan belum diserahterimakan kepada pemerintah daerah. Bangunan tersebut ikut hangus sebelum sempat digunakan sebagaimana mestinya.

Pemerintah bersama instansi terkait masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak dan total kerugian akibat kebakaran. Penanganan pascakejadian juga dilakukan, termasuk menyiapkan tempat penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

“Kami saat ini berupaya melakukan pemulihan serta mendata korban terdampak dengan membuat penampungan sementara,” kata Wahiman.

Pemerintah Kecamatan Katingan Hulu bersama Puskesmas Tumbang Sanamang turut membuka posko penanganan kesehatan dan dapur umum untuk membantu kebutuhan warga terdampak.

Camat Katingan Hulu Kakat Pribadi mengatakan, fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan warga setelah kebakaran.

“Untuk sementara pemerintah kecamatan bersama Puskesmas Tumbang Sanamang sudah membuka posko penanganan kesehatan dan dapur umum,” ujarnya.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Pendataan terhadap warga terdampak dan kerugian material juga masih berlangsung.

Bagi Indu Doni dan warga yang telah lama hidup berdampingan dengan Masjid Fitriyah, pemulihan setelah kebakaran bukan hanya tentang membangun kembali bangunan yang rusak. Ada pula kenangan dan rutinitas yang ikut hilang bersama bangunan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami